Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:12 WIB

Soal Cara Pengelolaan Pemerintahan

Gerindra Bandingkan Jokowi dengan Pedagang Warung

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 11 Februari 2019 | 04:05 WIB
Gerindra Bandingkan Jokowi dengan Pedagang Warung
Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro

INILAHCOM, Jakarta -Pemerintahan Jokowi kerap menarik kembali keputusannya. Terkini pencabutan remisi bagi narapidana pembunuh wartawan. Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro membandingkan aksi itu dengan gaya pedagang warung.

"Terlalu sering keputusan diluncurkan, lalu dibatalkan sendiri. Ini membuktikkan negara tidak berada di bawah kepemimpinan yang tepat," kata Nizar kepada INILAHCOM, Minggu (10/2/2019).

Nizar bahkan menilai gaya pengelolaan negara era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak lebih baik dari pengelolaan warung kelontong.

"Bisa jadi lebih hebat rakyat yang mengelola warung kelontong ketimbang Pak Jokowi sebagai pengelola negara. Pemilik warung kelontong hafal semua barang-barang jualannya. Jarang sekali keliru dalam menghitung transaksi," ulas Nizar.

"Sebaliknya, pemerintahan Jokowi sering membatalkan keputusan yang sudah ditetapkan. Padahal, pemerintah dikitari tim super besar yang selalu siap mendukung kerja Presiden," cetus Nizar.

Sorotan Nizar berangkat dari langkah Presiden Jokowi mencabut keputusan memberikan remisi bagi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Pencabutan disampaikan Jokowi seusai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2019 di Surabaya.

"Sudah, sudah saya tandatangani (pencabutan remisi)," ujar Jokowi saat ditanya peserta HPN, Sabtu (9/2/2019).

PKeputusan memberikan remisi dicabut, Susrama pun tetap harus menjalani hukuman seumur hidup sesuai vonis pengadilan.

Remisi yang sempat jadi polemik itu tertuang dalam Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Susrama termasuk di anatara 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman atau remisi jika jadi dilaksanakan. Hukuman atas dirinya jadi lebih ringan, dari penjara seumur hidup ke 20 tahun penjara. [hpy]

Komentar

x