Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:40 WIB

Hari Pers Nasional, Jokowi Singgung Pencitraan

Sabtu, 9 Februari 2019 | 12:10 WIB
Hari Pers Nasional, Jokowi Singgung Pencitraan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, perkembangan media sosial di tanah air dewasa ini melompat sangat tinggi.

Ia menuturkan, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 143,26 juta jiwa atau sama dengan 54,68 persen dari total populasi sebanyak 87,13 persen menjadi pengakses media sosial.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Menurutnya, yang viral di medsos biasanya jadi rujukan. Namun, lanjutnya, media konvensional atau media arus utama tetap lebih dipercaya dibanding medsos.

Berdasarkan laporan dari Edelman Trust Barometer, ungkapnya, pada tahun 2018 lalu kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional sebanyak 63 persen berbanding dengan media sosial sebanyak 40 persen.

"Semakin ke sini semakin tidak percaya terhadap medsos. Saya bergembira terhadap situasi ini. Selamat insan pers dan media arus utama atas kepercayaan masyarakat ini," kata Kepala Negara.

Jokowi mengatakan, era digital yang diikuti perkembangan masif medsos membuat setiap orang bisa menjadi wartawan atau pemimpin redaksi. Terkadang, kondisi tersebut, katanya, menciptakan sebuah kegaduhan atau ketakutan hingga pesimisme.

Salah satunya, menurut Jokowi, hal ini terlihat ketika pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Tetapi, yang muncul di ruang publik hal tersebut disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

"Ketika pemerintah menyampaikan well infomation society jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi," imbuh Presiden RI.

Di tengah situasi ini, ia mengharapkan media arus utama sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi, menyajikan informasi yang terverifikasi, menjalankan perannya untuk memberikan harapan besar pada bangsa Indonesia.

"Untuk itu saya mengajak pers meneguhkan jati dirinya untuk menjadi sumber informasi yang akurat, mengedukasi masyarakat, tetap melakukan kontrol sosial dan memberikan kritik konstruktif," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menerima Penghargaan Kemerdekaan Pers dari Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi pejabat tertinggi di negeri ini yang dinilai tidak pernah mencederai kemerdekaan pers yang sehat dan positif, serta memberikan masa depan yang baik.

Komentar

x