Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 08:01 WIB

Musim DBD, Mojokerto Galakkan Program Kali Bersih

Sabtu, 9 Februari 2019 | 08:32 WIB
Musim DBD, Mojokerto Galakkan Program Kali Bersih
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari - (Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengingatkan warganya untuk menjaga kebersihan, terutama saat musim hujan yang identik dengan wabah demam berdarah.

"Satu-satunya cara untuk mengatasi wabah demam berdarah adalah menjaga kebersihan. Pokoknya mulai hujan nyamuknya keluar semuanya, tidak ada cara selain menjaga kebersihan lingkungan," ungkap wanita yang akrab disapa Ning Ita ini, Sabtu (9/2/2019).

Ia lalu menyampaikan rasa bangganya kepada para kader motivator Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Kota Mojokerto. Menurutnya, para kader motivator adalah ibarat tentara yang siap untuk memerangi nyamuk dan menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat di Kota Mojokerto.

"Saya benar-benar bangga kepada ibu-ibu kader motivator, 1.600 kader motivator inilah yang selalu saya banggakan ketika berdialog dengan beberapa komponen masyarakat. Kader motivator harus mampu menggerakkan warga. Ajak PKK, LPM dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama kerja bakti," katanya.

Pola hidup bersih dan sehat, tegas orang nomor satu di Kota Mojokerto, juga menjadi tanggung jawab seluruh kader motivator untuk terus menggerakkan masyarakat.

Pasalnya, ia masih melihat ada saluran air yang mampet di Kota Mojokerto yang juga menjadi sumber sarang nyamuk.

"Karena Kota Mojokerto dilewati oleh banyak sungai diantaranya adalah Sungai Brantas, Sungai Brangkal, Sungai Sadar dan Sungai Ngothok dan berpotensi menimbulkan banjir di Kota Mojokerto. Sehingga Pemkot Mojokerto mempunyai program baru terkait kebersihan sungai," jelasnya.

Untuk mengantisipasi banjir, lanjut Ning Ita, selain memperbaiki saluran air yang ada di wilayah Kota Mojokerto, Pemkot Mojokerto mulai menjalankan Program Kali Bersih (Prokasih) yang digelar setiap Jumat di awal bulan.

Menurutnya, jika aliran air tidak terjaga kebersihannya maka potensi untuk banjir akan lebih besar. Adapun program ini, katanya, bakal melibatkan seluruh stakeholder.

"Mulai dari TNI, Polri, Karang Taruna, Tagana, Pramuka dan seluruh elemen masyarakat. Prokasih kali pertama sudah dilakukan pada Jumat kemarin yakni di aliran sungai di sepanjang Jalan Empunala," imbuhnya.

Komentar

x