Find and Follow Us

Jumat, 19 April 2019 | 02:23 WIB

Di Balik Kampanye SARA Tagar #PrabowoJumatanDimana

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 8 Februari 2019 | 13:45 WIB
Di Balik Kampanye SARA Tagar #PrabowoJumatanDimana
#PrabowoJumatanDimana - (Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Setiap hari Jumat tiba, tanda pagar @PrabowoJumatanDimana dalam satu bulan terakhir ini selalu menjadi topik yang paling banyak dibicarakan oleh warga internet. Tagar sarkas ini menyasar praktik keagamaan capres nomor 02.

Dalam satu bulan terakhir ini terdapat tanda pagar yang konsisten selalu muncul dan menjadi topik yang paling banyak dibicarakan oleh warga internet yakni #PrabowoJumatanDimana. Isi percakapan yang muncul di Twitter isinya menanyakan di mana Prabowo, capres nomor urut 02 itu melaksanakan ibadah salat jumat.

Seperti meme yang beredar di twitter yang intinya mengingatkan Prabowo untuk melaksanakan ibadah salat jumat. Seperti sebuah gambar kalender bergambar Prabowo tertulis "Kalender Prabowo". Menariknya, di kalender tersebut tidak tertulis hari Jumat dalam setiap pekannya. Di atas gambar kalender yang tertulis bulan Februari, tertulis watermark "Tidak Ada Hari Jumat".

Ada juga karikatur bergambar lelaki yang tampak menyerupai Prabowo dengan digambarkan pria berkopiah dan berkacamata. Di depannya dua sosok yang digambarkan tengah melakukan dialog tentang aktivitas salat Jumat Prabowo. "Prabowo Jumatan kira-kira rutin ga nih?" di jawab oleh sosok di sampingnya "Paling buat kampanye doang. Itu juga jarang," celoteh lelaki di sampingnya itu.

Di karikatur tersebut pria yang digambarkan mirip Prabowo itu berkomentar "Tutup ah, malu". Begitulah linimasa Twitter setiap hari Jumat memunculkan pertanyaan-pertanyaan dan meme yang isinya mempertanyakan dimana Prabowo melaksanakan ibadah salat Jumat.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mencatat tanda pagar #PrabowoJumatanDimana telah berlangsung sejak 4 Januari 2019 lalu. Dalam catatan Ismail, rata-rata interaksi atas tanda pagar itu cukup rendah hanya 2,12% namun dengan perbandingan twit baru yang tinggi sebesar 32,07%. "Pukul 1 pagi trend mulai tinggi. Jam 12 turun, sebagian Jumatan, meski frekuensi pengiriman masih tinggi juga pada jam-jam jumatan," tulis Fahmi melalui akun Twitternya @ismailfahmi.

Lebih lanjut Fahmi menyebutkan dalam menyikapi tanda pagar #PrabowoJumatanDImana hingga saat ini tidak ada klarifikasi yang muncul dari tim pasangan calon nomor urut 02. "Saya tidak tahu strategi paslon 02, kenapa ini dibiarkan. Seharusnya kubu Prabowo dengan gampang memberi jawaban, dengan melampirkan bukti-bukti," kata Fahmi saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (8/2/2019).

Hanya saja, Fahmi tidak menampik bila Prabowo berbeda dengan Jokowi. Prabowo, kata Fahmi termasuk tokoh yang tidak gemar mengumbar citra diri di depan publik. Berbeda dengan Jokowi yang peduli dengan persepsi publik. "Prabowo cuek banget apa kata media. Beda dengan Jokowi yang peduli dengan persepsi publik. Risikonya ini (tanda pagar #PrabowoJumatanDimana) akan digoreng terus," ungkap Fahmi.

Memang hingga saat ini tidak ada jawaban dari tim paslon 02 atas tanda pagar yang menyasar Prabowo itu. Tanda pagar ini seolah melengkapi persepsi yang dibangun bahwa Prabowo tidak bisa membaca al-Quran termasuk tidak bisa salat.

Tagar sarkas itu sejatinya telah dijawab saat Prabowo melakukan kunjungan ke Ambon pada 28 Desember lalu. Video kunjungan Prabowo di Masjid Al-Fatah Ambon itu sempat viral di publik karena antusiasme publik mengikuti ibadah salat Jumat yang turut diikuti Prabowo. Dalam video tersebut tampak jamaah meluber di luar masjid dan massa menyemut menyambut Prabowo saat meninggalkan masjid.

Terkait dengan aktivitas keagamaan, Prabowo berulang kali bila dirinya tidak pantas untuk menjadi imam ibadah salat. Ia secara vulgar mengaku tidak takut untuk mengakui bila tidak bisa menjadi imam salat. "Saya dibilang kurang Islam. Saya nggak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri. Betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," ungkap Prabowo pada 17 Desember 2018 lalu.

Tanda pagar #PrabowoJumatanDimana diam-diam sejatinya bagian dari kampanye yang menyasar pada model kampanye yang menyinggung suku agama dan ras (SARA). Jika pola ini masih saja terjadi, membuktikan deklarasi kampanye damai yang antimateri SARA tampaknya hanya garang di atas kertas. Dalam praktiknya, isu-isu agama masih saja mudah dijumpai, tak terkecuali soal tagar #PrabowoJumatanDimana yang konsisten muncul setiap jumat dalam satu bulan terakhir ini.

Komentar

x