Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:20 WIB

Ahli: Barbuk Forensik Harus Diuji!

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 7 Februari 2019 | 23:47 WIB
Ahli: Barbuk Forensik Harus Diuji!
Ahli Digital Forensik Ruby Alamsyah

INILAHCOM, Jakarta - Ahli Digital Forensik Ruby Alamsyah menyebut sebuah bukti rekaman percakapan perlu dibuktikan terlebih dahulu keasliannya sebelum dihadirkan ke persidangan.

Hal itu disampaikan Ruby saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang untuk terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/2/2019).

"Saat barbuk digital diperoleh Ada istilah imaging decloning, kemudian dilakukan proses eksaminasi pertama yaitu hashing, istilahnya dikeluarkan digital fingerprint, sidik jari digital. Hashing ini berguna agar saat barbuk mulai disita sampai diperiksa pengadilan tetap sama alias asli," kata Ruby saat bersaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor.

Hashing itu berfungsi untuk jaga dan beri informasi untuk memastikan apakah barbuk yang disita, dianalisa dan diperiksa di pengadilan masih sama sesuai asli.

"Hashing ini adalah sebuah kewajiban, dan sudah diterapkan di semua penegak hukum, baik di Indonesia baik Polri, KPK, Kejaksaan, kami swasta pun selalu melampirkan digital fingerprint hashing," ungkapnya.

Lalu bagaimana kalau proses hashing tidak dilakukan?

"Maka tidak bisa memastikan, akan menjadi pertanyaan atau celah bagi pihak yang berurusan dengan hukum. Apakah itu barbuk asli yang dianalisa," terangnya.

Meskipun, bisa saja barang bukti tersebut dimajukan ke ruang sidang."Tapi kalau dichallenge sama pihak yang lain, yang melihat celah, bisa membatalkan, bisa gugur. Bisa menggugurkan barbuk," tandasnya.

Komentar

x