Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Februari 2019 | 15:53 WIB

Soal Doa Mbah Moen Bisa Ulangi Polemik Hari Santri

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 7 Februari 2019 | 18:25 WIB

Berita Terkait

Soal Doa Mbah Moen Bisa Ulangi Polemik Hari Santri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Doa Pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair pekan kemarin viral di media sosial. Pemicunya, kiai sepuh itu salah sebut Prabowo saat mendoakan Jokowi yang berada di sampingnya. Imbas dari itu muncul reaksi dari dua kubu.

Jumat (1/2/2019) malam pekan lalu, dua video beredar luas di jejaring media sosial. Video pertama berisi Mbah Moen tengah berdoa, tampak salah menyebut nama Jokowi menjadi Prabowo. Video kedua, Mbah Moen kembali berdoa yang menegaskan jika doa pertama dirinya salah sebut, yang semestinya adalah Jokowi.

Menariknya, di video kedua tampak Ketua Umum PPP M Romahurmuziy berbisik ke Mbah Moen. Entah apa yang dibicarakan. Namun bisikan kepada Mbah Moen itu diduga Romi meminta untuk mengulangi doa dengan mengganti nama Prabowo menjadi Jokowi.

Usai dua video tersebut menjadi viral berbuah tanda pagar #KyaiMaimoenDoakanPrabowo sempat menjadi topik pembicaraan yang paling banyak dibincangkan oleh warga internet. Interpretasi atas kesalahan sebut nama Prabowo oleh Mbah Moen itu akhirnya bermunculan.

Klarifikasi dari pihak Mbah Moen muncul jika dua video itu telah dibingkai sesuai selera pihak-pihak yang berkepentingan. Padahal jelas dua video tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks kegiatan tersebut.

"Kebiasaan mencomot dan memframing video sesuai kehendak dan selera politik tentu keluar dari etika. Sebaiknya kebiasaan tersebut dihentikan karena jauh dari tata krama berpolitik yang sejuk," sebut Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi yang hadir dalam acara tersebut.

Klarifikasi dari PPP dan keluarga Mbah Moen tak menghentikan polemik. Tanda pagar lainnya muncul #MakelarDoa yang merujuk pada video saat Romahurmuziy, Ketua Umum PPP yang membisiki KH Maimoen Zubair untuk meralat doa Mbah Moen. Tanda pagar ini sempat menjadi topik yang paling banyak dibicarakan warga internet.

Setelah dua topik pembicaraan menjadi topik yang paling banyak dibicarakan oleh warga interet, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melalui akun Twitternya menulis puisi Doa yang Ditukar. "Doa sakral. Kenapa kau tukar. Direvisi sang bandar. Dibisiki kacung makelar. Skenario berantakan bubar. Pertunjukan dagelan vulgar".

Puisi inilah yang belakangan ramai dibicarakan. Wakil Ketua DPR itu dituding melecehkan KH Maioen Zubair. Reaksi dari para santri bermunculan protes atas puisi Fadli yang dinilai melecehkan Mbah Moen.

Tanda pagar #FadliZonBegalUlama menjadi tren pembicaraan warga internet. Tema ini berisi protes atas puisi yang dilontarkan Fadli Zon yang dinilai ditujukan kepada Mbah Moen. Fadli pun dituntut untuk minta maaf ke Mbah Moen.

Namun Fadli tampak sigap atas puisinya yang banyak diprotes oleh publik, khususnya pendukung Jokowi. Melalui akun Twitternya, Fadli mengunggah kedekatannya dengan Mbah Moen saat di Mekah, Arab Saudi. Ia juga mengaku hormat dengan Mbah Moen. "Saya selalu hormat pada beliau dan doa beliau untuk Pak Prabowo, mudah-mudahan diijabahi," tulis Fadli melalui akun Twitternya.

Persoalan doa Mbah Moen dan puisi Fadli Zon ini besar kemungkinan akan berlanjut. Isu ini bakal terus dipolemikan sebelum Fadli meminta maaf atas puisinya yang dinilai melecehkan Mbah Moen. Fadli harus tanggap atas persolana ini. Tidak mustahil akibat puisi ini, kasus Pemilu 2014 saat Fahri Hamzah komentari rencana hari santri bakal terulang di kasus Fadli ini.

Komentar

x