Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 22:11 WIB

Polri Siap Bantu Filipina Ungkap Pelaku Bom Gereja

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 6 Februari 2019 | 12:24 WIB
Polri Siap Bantu Filipina Ungkap Pelaku Bom Gereja
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan siap untuk membantu kepolisian Filipina dalam mengungkap pelaku bom Gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina. Polri juga siap jika diminta untuk mengungkap pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam bom tersebut.

"Polri siap kerja sama dengan Kepolisian Filipina untuk mengungkap identitas pelaku bom. Lalu Polri juga siap mengungkap jaringannya baik di Filipina dan apabila ada juga di Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (6/2/2019).

Selain itu, Dedi mengatakan Polri juga akan membantu pelaku-pelaku teror yang belum tertangkap di Filipina maupun Indonesia.

"Ketiga bekerja sama untuk mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang belum tertangkap. Keempat, saling tukar informasi dalam rangka mitigasi aksi terorisme," ujar Dedi.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan Polri mengirimkan perwakilannya melalui Densus 88 Antiteror bersama BIN, BNPT, dan Kementerian Luar Negeri ke Filipina. Perwakilan ini untuk memastikan proses identifikasi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik, Pulau Jolo, Filipina yang diduga adalah pasutri Warga Negara Indonesia.

"Polri ( Densus 88 AT) bersama BIN , BNPT , Kemlu ke Philipina untuk identifikasi pelaku Bom Philipina karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari negara Indonesia," kata Iqbal, Selasa (5/2).

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao sebelumnya mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo yang menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya terluka. Menurut Ao, kedua pelaku dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pengebom bunuh diri Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia, dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ao.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan Indonesia belum mendapat konfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan 2 WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan.

"Menlu RI tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi," kata Nasir. [rok]

Komentar

x