Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:20 WIB

Pasutri WNI Disebut Pengebom Gereja

Densus88 Bantu Identifikasi Bom Bundir Filipina

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 5 Februari 2019 | 21:06 WIB
Densus88 Bantu Identifikasi Bom Bundir Filipina
Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal - (Foto: Inilahcom)

"Hari ini Polri ( Densus 88 AT) bersama BIN, BNPT, Kemlu ke Philipina untuk identifikasi pelaku Bom Philipina karena ada dugaan pelaku bom bunuh diri yang disebut-sebut dari negara Indonesia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Selasa (5/2/2019).

Iqbal mengatakan Polri melalui Densus 88 mengirimkan 3 orang perwakilan untuk ikut mengecek identifikasi pelaku bom bunuh diri diduga WNI. Iqbal memastikan Indonesia akan kooperatif untuk membantu mengungkap siapa pelaku bom bunuh diri tersebut melalui

"Kita dengar-dengar dari media (pelaku bom bunuh diri asal WNI). Dari Polri kirim 3 orang. Intinya indonesia membantu mengungkap walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang mengkonfirmasi bahwa itu benar warga indonesia," ucap Iqbal.

Iqbal mengatakan hingga saat ini belum bisa dipastikan bahwa pelaku bunuh diri di Gereja Katolik Pulau Jolo adalah Warga Negara Indonesia. "Tunggu saja, Polri dan stakholder terkait dari Indonesia pasti membantu," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao sebelumnya mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo yang menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya terluka. Menurut Ao, kedua pelaku dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pengebom bunuh diri Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia, dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ao.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan Indonesia belum mendapat konfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan 2 WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan.

"Menlu RI tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi," kata Nasir.

Menurut dia, KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari berita tersebut. Lalu mengatakan informasi terakhir yang diterima dari pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command (Westmincom) bahwa pelaku bom belum teridentifikasi. [hpy]

Komentar

x