Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 22:19 WIB

Publik Lega Ada Partai tak Calonkan Napi Korupsi

Selasa, 5 Februari 2019 | 09:17 WIB
Publik Lega Ada Partai tak Calonkan Napi Korupsi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik KedaiKopi, Hendri B Satrio mengatakan partai-partai yang tidak memiliki calon anggota legislatif mantan narapidana koruptor memberikan citra yang baik bagi partai tersebut. Namun, hal itu diharap tidak hanya menjadi gimmick saja.

Menurut dia, partai yang bersih memang potensial menjadi partai besar di masa depan terutama terkait elektabilitas. Namun, hal itu kembali pada calon anggota legislatif dan politisi di dalamnya.

"Bagus ketika KPU mengumumkan partai politik yang calegnya tidak ada napi koruptor, masyarakat akan lega, dan bisa menjadikan hal itu sebagai pilihan. Namun jangan berhenti di situ saja, partisipasinya nanti di legislatifnya bagaimana?," kata Hendri di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan calon anggota legislatif dari partai harus berhasil memperbaiki DPR dengan menyelesaikan Undang-undang yang mendukung terhadap pemberantasan korupsi, sehingga ada bukti nyata untuk bebas korupsi.

"Misalnya, kalau ada pasal-pasal yang melemahkan KPK itu harus dihapus. Jadi masyarakat menunggu hal-hal yang kongkret, jangan cuma kulitnya saja anti korupsi, tapi tindakannya juga," ujarnya.

Sementara pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Donny Gahral Adian menilai persoalan korupsi tidak akan bisa tuntas selama biaya politik masih cukup tinggi. Menurut dia, Partai NasDem yang punya sikap politik tanpa mahar merupakan langkah yang positif.

"Itu salah satu langkah yang harus ditiru juga. Hanya persoalannya, meski tanpa mahar kemudian ketika menjabat jangan sampai tergoda oleh korupsi, tergoda melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Itu persoalannya," katanya.

Sedangkan Ketua DPP Partai Nasdem, Taufik Basari mengatakan partainya yang dipimpin Surya Paloh punya komitmen dalam menegakkan hukum terhadap kasus korupsi di Indonesia. Sebab, ada beberapa kader NasDem yang terjerat kasus diberikan sanksi bahkan pemecatan.

"Kita kasih dua pilihan. Pilihannya mengundurkan diri atau dipecat," tandasnya. [rza/rok]

Komentar

x