Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Februari 2019 | 16:05 WIB

Ini Kronologi Penganiayaan Pegawai KPK

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 4 Februari 2019 | 20:11 WIB

Berita Terkait

Ini Kronologi Penganiayaan Pegawai KPK
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dua orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat menjadi korban penganiayaan sempat digiring Jatanras Polda Metro Jaya.

Argo menjelaskan, dugaan penganiayaan itu terjadi saat Pemerintah Daerah (Pemda) Papua sedang menggelar rapat di lantai 19 Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) malam.

"Saya sampai dulu ada laporan pegawai KPK ke Polda Metro Jaya. Tapi saya jelaskan awalnya dari pemerintah daerah Papua sedang ada rapat di Hotel Borobudur di lantai 19. Pada saat rapat ada orang yang memotret, momoto kegiatan tersebut," bebernya di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2/2019).

Usai rapat, beberapa orang dari Papua melakukan santap makan dan turun ke lobby hotel. Ditemui orang-orang masih foto-foto. Kegiatan ini dilakukan tanpa izin. Saat didatangi, cekcok terjadi.

"Di lobby ternyata masih ada orang yang memotret. Motret kan tidak izin ya, terus yang motret ini didatangi lalu ditanya dan cekcok terjadi keributan akhirnya teman-teman kita itu dibawa ke Polda Metro Jaya," ujar Argo.

Argo menegaskan, alasan pegawai tersebut digiring ke Polda Metro Jaya untuk memastikan kalau dua orang itu adalah pegawai KPK.

"Karena dia ngaku dari KPK, karena sekarang kan banyak orang yang ngaku-ngaku KPK, untuk memastikan dia dibawa ke KPK dan diterima Jatanras Krimum," katanya.

Dari kejadian itu, seorang terpaksa mendapatkan perawatan medis usai diduga dianiaya.

"(Dua orang yang motret?) Iya. Jadi korban 1. (Terlapor) Kita belum kita ketahui masih lidik ya, jangan sampai keliru ya," ujar Argo.

"Dan kemudian teman kita di KPK membuat laporan kemarin hari Minggu jam 14.30 WIB, ya tentunya penyidik akan melidik dulu penyidik sudah ke TKP kita juga sudah mintakan visum di sana nanti langkah selanjutnya tunggu saja," sambungnya. [ton]

Komentar

x