Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 16:06 WIB

Pemkot Surabaya Revitalisasi Kawasan Lokalisasi

Minggu, 3 Februari 2019 | 23:05 WIB
Pemkot Surabaya Revitalisasi Kawasan Lokalisasi
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Surabaya-Kawasan eks lokalisasi di Surabaya bakal ditata secara massif di 2019. Penataan kawasan bekas prostitusi yang sudah ditutup oleh Pemkot Surabaya akan dilakukan dan diubah menjadi kampung tematik.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, selama ini wilayah eks lokalisasi hanya diubah menjadi sentra-sentra yang kurang maksimal aktivitasnya dalam mengembalikan ekonomi rakyat terdampak.

Oleh sebab itu, ke depan wilayah eks lokalisasi bakal kembali ditata dengan melibatkan masyarakat bawah sebagai subjek penataan.

"Masyarakat kami tanya langsung. Maunya ingin menjadi seperti apa kampungnya. Agar tidak hanya sentra yang ditentukan Pemkot, tapi lebih ke mereka potensinya apa, maunya apa, itu yang kita wadahi," kata Eri Cahyadi.

Eri mengatakan, pihaknya turun langsung ke kampung dan menanyakan kemauan dan keinginan dari warga di esk lokalisasi. Misalnya dari masukan warga, untuk kampung Putat Jaya dan Sememi yang meminta dijadikan kampung anggrek, ada pula yang minta dijadikan ditata sebagai kampung laundry.

"Saya keliling ke Putat, ke Sememi. Banyak yang minta jangan hanya sentra-sentra lalu tidak hidup. Ada yang meminta dijadikan kampung anggrek, kampung laundry, usulan itu yang kami coba wadahi," kata Eri Cahyadi.

Serta ada juga warga yang meminta agar kawasan lokalisasi dijadikan sebagai kampung Inggris dan kampung tematik lainnya.

Menurut Eri, hal tersebut menjadi masukan yang akan diperhatikan dan diimplementasikan. Sebab dengan masyarakat meminta dan mengusulkan sendiri, mereka akan merasa sebagai subjek dan mau untuk berpartisipasi aktif dalam penataan kampung.

Lebih lanjut anggaran untuk penataan kawasan eks lokalisasi sudah disiapkan di APBD 2019. Anggaran sebesar Rp 60 miliar sudah disiapkan untuk penataan kampung eks lokalisasi tersebut.

"Kami sudah memetakan. Di eks lokalisasi juga sudah ada bangunan bangunan yang dibebaskan Pemkot dan menjadi aset Pemkot. Di sana nanti kita akan tempatkan penataan kita dengan berbasis masyarakat," tegasnya.

Penjaringan aspirasi masyarakat ini akan diterapkan di wilayah-wilayah yang kegiatan prostitusinya sudah ditutup Pemkot. Mulai Putat Jaya dan Dolly, Sememi, Tambakasri dan Kandangan dan sejumlah wilayah lain.

Sementara itu, di kawasan Putat Jaya saat ini sudah ada sentra usaha sepatu, boardbrand learning canter, dan juga sentra usaha batik. Disana, juga sudah ada sentra UKM Dolly Saiki.

Winarsih, warga Kupang Gunung I, warga kawasan eks lokalisasi Dolly mengatakan mendukung adanya penataan kampung eks lokalisasi. Ia berharap agar penataannya bisa menyeluruh, tidak hanya menyasar satu kelompok usaha.

"Kami juga warga terdampak. Saya dulu jualan makanan. Tapi sekarang kerja serabutan bersama suami, dulu ikut sentra membuat sepatu tapi tidak jalan, dan membuat batik, alhamdulillah lumayan kalau ada orderan, kalau nggak ya masih menganggur. Kami harap ke depan penataannya lebih memberi manfaat langsung ke warga," kata Winarsih.

Selain itu ia juga menyoal penataan kawasan wisata di eks lokalisasi Dolly yang masih cenderung sepi dan minim wisatawan. Padahal wisatawan diharapkan bisa menjadi penopang ekonomi waarga terdampak. [beritajatim.com]

Komentar

x