Find and Follow Us

Jumat, 19 April 2019 | 02:39 WIB

Ketika Jokowi Jalan Merunduk di Depan Para Kiai

Jumat, 1 Februari 2019 | 22:42 WIB
Ketika Jokowi Jalan Merunduk di Depan Para Kiai
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan gestur berjalan merunduk di depan para kiai saat Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Plenary Hall JCC pada Kamis (31/1/2019) lalu.

Ini terlihat saat Jokowi selesai memberikan sambutan, di mana Jokowi memperlihatkan sebuah gestur berjalan merunduk di depan para kiai sesaat sebelum melakukan prosesi pemukulan bedug.

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam acara tersebut, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Dengan mengambil tema, 'Konsolidasi Jelang Satu Abad' Jokowi dalam pidato sambutannya memberi arahan kepada peserta yang hadir, bahwa dunia telah berkembang sangat cepat dengan segala perubahan-perubahan di semua sektor kehidupan.

"Kita melihat memang perubahan-perubahan sekarang ini begitu cepat. Lanskap ekonomi global berubah, lanskap politik global juga berubah, lanskap sosial global juga berubah," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengungkapkan jika perubahan-perubahan tersebut memang tak bisa dibendung, tetapi harus direspons untuk dapat diambil manfaatnya.

Namun Jokowi juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan itu pasti akan muncul dampak positif maupun negatifnya.

"Media sosial yang sangat terbuka banyak memberikan manfaat, tetapi juga banyak mudaratnya. Kita lihat akhir-akhir ini di sosial media saling hina, saling mencela, saling ejek, dan saling fitnah semakin menjadi-jadi," tambah mantan Walikota Solo tersebut.

Lebih lanjut Jokowi meminta kepada peserta yang hadir untuk menghindari segala aktivitas menghumbar ujaran kebencian di media sosial. Sebab menurutnya, kegiatan tersebut akan menghilangkan karakter asli bangsa Indonesia yang selalu mengedepankan nilai-nilai
keagamaan serta hidup rukun di tengah perbedaan.

"Saya menitipkan (hal itu) karena saya meyakini NU lah yang memiliki komitmen keagamaan sekaligus komitmen kebangsaan yang tidak perlu diragukan lagi," imbuhnya.

Capres nomor urut 01 ini juga menegaskan jika perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia adalah sebuah ciri khas serta warisan yang harus dijaga oleh semua anak bangsa.

"Negara kita ini berbeda dengan negara-negara lain. Keberagaman, perbedaan-perbedaan, dan warna-warni negara kita ini betul-betul telah menjadi sunatullah, menjadi hukum Allah, yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia. Inilah yang terus harus kita jaga," tandasnya. [tar]

Komentar

x