Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 04:11 WIB

Wacana Motor Masuk Tol Bukti Keadilan Sosial

Kamis, 31 Januari 2019 | 15:01 WIB

Berita Terkait

Wacana Motor Masuk Tol Bukti Keadilan Sosial
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - Wacana kendaraan roda dua atau motor masuk jalur bebas hambatan atau tol mendapat respon positif. Salah satunya Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang mendukung usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Sahroni mengatakan, wacana tersebut sebagai buktinya hadirnya negara dalam memberikan keadilan untuk semua warganya tanpa membedakan strata kemampuan ekenomi.

Sahroni mengatakan, pembentukan jalur khusus motor dimaksudkan untuk jalan tol yang sedang dan akan dibangun. Jenis motor yang diperbolehkan masuk ke tol menurutnya harus dibatasi untuk kendaraan dengan mesin 100 hingga 150 cc.

"Jalur khusus motor bukan untuk tol yang sudah jadi. Tapi tol yang sedang atau baru akan dibangun. Jangan salah persepsi. Rekayasa jalur tol itu nantinya harus memberikan keadilan untuk pengendara mobil dan motor, khususnya mereka yang hanya mampu membeli motor di bawah 150 cc untuk alat transportasi mereka," kata Sahroni saat dikonfirmasi, Kamis (31/1/2019).

Sahroni menambahkan, pembayar pajak seharusnya dapat menikmati fasilitas ataupun infrastruktur yang dibangun negara. Tak terkecuali pengendara roda dua di bawah 150 cc yang umumnya berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

"Prinsipnya bagaimana memberikan keadilan untuk masyarakat. Selama ini paradigma melekat adalah mereka yang memiliki mobil adalah orang kaya. Jangan jadikan tol hanya boleh dilalui oleh orang-orang kaya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan wacana sepeda motor masuk tol belum terlalu mendesak untuk saat ini. Menurutnya harus dilihat seberapa besar kebutuhan dan menimbang potensi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.

"Menurut saya belum 'urgent'. Karena kita harus menimbang antara kebaikan dengan masalahnya," kata Menhub Budi Karya di Istana Merdeka, Jakarta. [adc]

Komentar

x