Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Maret 2019 | 03:00 WIB

HRS Minta Caleg PBB dari FPI Mundur

Novel: Saya Akan Minta Warga Tidak Pilih Saya

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 29 Januari 2019 | 07:02 WIB

Berita Terkait

Novel: Saya Akan Minta Warga Tidak Pilih Saya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Anggota Legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga aktivis Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin membenarkan maklumat yang dikeluarkan Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait putusan PBB untuk merapat ke kubu capres nomor urut 01.

"Setau saya benar dan kami siap taat atas perintah HRS untuk kami berhenti masal dan saya sudah siap," katanya kepada INILAHCOM, Senin (28/1/2019).

Ia bahkan mengaku akan meminta masyarakat di Daerah Pemilihannya (Dapil) untuk tidak lagi memilihnya. Pasalnya Partai yang membawanya kini mendukung pihak yang disebutnya penista agama.

"Saya akan menghimbau masyarakat di dapil saya dapil 8 untuk tidak lagi memilih saya. Karna sangat mudhorot. Karna satu suara saja dari saya akan memberikan kontribusi kepada pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama," paparnya.

Sebagaimana diberitakan, Partai Bulan Bintang (PBB) memutuskan mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengeluarkan maklumat.

Maklumat ini ditujukan kepada pengurus dan aktivis FPI beserta sayap juang yang menjadi pengurus ataupun caleg PBB. Dalam maklumat Habib Rizieq tentang PBB, disampaikan soal perintah agar pengurus dan caleg PBB untuk mengundurkan diri massal.

Berikut ini isi maklumat lengkap Rizieq:

Sehubungan Keputusan Resmi Rakornas PBB 27 Januari 2019 untuk bergabung dengan 'Partai-partai Pendukung Penista Agama' dalam pemenangan Jokowi di Pilpres 2019, maka diserukan kepada segenap aktivis FPI & sayap juangnya beserta semua simpatisan FPI & seluruh umat Islam pendukung 'Hasil Ijtima' Ulama' dimana pun berada, yang menjadi 'pengurus atau caleg PBB' untuk segera: mengundurkan diri massal dari kepengurusan maupun caleg PBB.

Selanjutnya dianjurkan untuk bergabung dengan partai Islam pendukung Ijtima' Ulama atau membentuk partai perlawanan. Dan sejak saat diumumkan maklumat ini tidak lagi kampanye untuk caleg PBB yang manapun dan tidak juga mengkampanyekan PBB.

Diserukan juga agar suara dukungannya diarahkan dan dialirkan ke caleg partai Islam yang mendukung hasil Ijtima' Ulama untuk pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Pengurus & aktivis FPI beserta sayap juangnya yang tidak melaksanakan maklumat ini, maka akan diberi sanksi organisasi yang tegas.

Maklumat ini dibuat sesuai 'Sikap Politik FPI' yang mendukung penuh hasil Ijtima' Ulama untuk memenangkan Prabowo-Sandi, dan hanya memilih caleg dari Partai Koalisi Umat Kebangsaan Pendukung Prabowo-Sandi. Demikian isi Maklumat ini untuk menjadi pegangan bagi semua pihak yang berkepentingan. [hpy]

Komentar

x