Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Februari 2019 | 04:09 WIB

Jurnalis Kecam Remisi Pelaku Pembunuhan Wartawan

Sabtu, 26 Januari 2019 | 11:00 WIB

Berita Terkait

Jurnalis Kecam Remisi Pelaku Pembunuhan Wartawan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Banyuwangi - Sejumlah Jurnalis di Banyuwangi turut memprotes kebijakan pemerintah Jokowi atas pemberian remisi terhadap otak pelaku pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, Sabtu (26/1/2019).

"Dengan pemberian remisi itu, artinya tidak lama lagi akan menghirup udara bebas. Sebagai otak pembunuhan Prabangsa, Susrama seharusnya tetap berada di dalam tahanan sesuai putusan awal pengadilan yakni pidana penjara seumur hidup. Kami mendesak agar mencabut remisi," kata Kordinator Aksi Solidaritas, Syaifudin Mahmud.

Tak hanya itu, wartawan di Bumi Blambangan itu juga menulis pesan di sejumlah poster. "Tidak Ada Ampun Pembunuh Wartawan, Remisi I Wayan Susrama Harus Dicabut". Ada pula yang menulis, "Pak Jokowi, Cabut Remisi Pembunuh Wartawan" dan beberapa tulisan lainnya yang berisi pesan untuk Presiden Jokowi.

"Seharusnya tidak ada ampun bagi pembunuh wartawan. Apalagi pembunuhan itu dilakukan secara keji dan sudah direncanakan," kata Perwakilan PWI Banyuwangi, Muhamad Hujaini.

Mereka juga meminta agar pemerintah meninjau ulang pemberian remisi itu. "Batalkan remisi untuk Susrama," ucap Hermawan perwakilan dari AJI Jember.

Perwakilan IJTI juga tak ubahnya jurnalis lainnya. Kasus yang dialami wartawan cukup banyak dan tidak terungkap. Salah satunya yang menimpa Prabangsa.

"Kasus ini berhasil diungkap polisi dengan susah payah. Tapi setelah divonis bersalah, malah dapat remisi," kata Enot Sugiharto.

Pemberian remisi kepada Susrama dinilai para wartawan ini tak pantas. Jika itu dilakukan, maka mencederai kebebasan pers di negeri ini. [beritajatim]

Komentar

x