Find and Follow Us

Jumat, 19 April 2019 | 02:28 WIB

Dikabarkan Sakit, Vigit Waluyo Urung Diperiksa

Rabu, 23 Januari 2019 | 19:32 WIB
Dikabarkan Sakit, Vigit Waluyo Urung Diperiksa
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo -Tim Satgas Antimafia Bola urung memeriksa Vigit Waluyo, Kamis (24/1/2019). Itu karena Vigit dikabarkan sakit dalam statusnya sebagai tahanan di Lapas Kelas IIA Delta Sidoarjo.

"Vigit dalam kondisi tidak sehat. Saya lihat wajahnya pucat. Detak jantungnya tidak stabil. Begitu pula kondisi psikisnya," kata kuasa hukum M Sholeh seusai menjenguk Vigit di Lapas Kelas llA Delta Sidoarjo, Rabu (23/1/2019).

Meski kondisi Vigit seperti itu, Sholeh mengaku tidak bisa memastikan jenis penyakit yang mendera kliennya. Karena yang berhak menyatakan itu adalah dokter sesuai keahliannya.

Kenapa Vigit tak dibawa saja ke rumah sakit ? Menurut Sholeh, Vigit memilih dirawat di dalam Lapas Delta dengan beberapa pertimbangan. Sebab, jika harus keluar Lapas Delta, Vigit bakal menghadapi awak media dan sebagainya.

"Saya datang buat memastikan kabar tentang rencana pemeriksaan itu. Pihak lapas juga menyatakan demikian. Saya berharap Pak Vigit segera pulih supaya bisa menjalani pemeriksaan," lanjut Sholeh.

Sebelum pemeriksaan, menurut Sholeh, memang ada pertanyaan terkait kondisi kesehatan saksi. Jika tidak, dokter memeriksa kondisi saksi guna memberi rekomendasi pemeriksaan layak dilanjutkan atau sebaliknya.

Sholeh enggan berkomentar tentang materi pemeriksaan atas diri Vigit dan sebagainya. "Besok sajalah kalau tentang itu," ujarnya.

Sholeh mengaku sejauh ini belum pernah ada pemeriksaan dari tim Satgas Antimafia Bola terhadap Sigit. Jika Kamis (24/1/2019) diperiksa, itu adalah pemeriksaan pertama.

Vigit mendekam di penjara atas keterlibatannya dalam kasus korupsi di PDAM Sidoarjo. Kasus itu berupa aliran dana dari PDAM kepada Deltras Sidoarjo ketika Vigit mengelola klub sepakbola Deltras Sidoarjo.

Belakangan, nama Vigit banyak disebut terkait kasus pengaturan skor di lingkup sepakbola Indonesia. Utamanya kabar terkait pemberian uang kepada Mbah Putih sejumlah Rp 115 juta guna membantu dan meloloskan PS Mojokerto Putra dan PSS Sleman promosi dari Liga 2 ke Liga 1. [beritajatim]

Komentar

x