Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:11 WIB

Nama Menteri Rini Disebut dalam Sidang Eni Saragih

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 22 Januari 2019 | 18:22 WIB
Nama Menteri Rini Disebut dalam Sidang Eni Saragih
Eni Saragih - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno disebut dalam persidangan perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Nama Rini Soemarno terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih.

Awalnya, Kuasa Hukum Eni Saragih, Rudi Alfonso membacakan BAP kliennya tersebut. Dalam BAP tersebut dijelaskan bahwa Eni pernah bertemu dengan Dirut PLN, Sofyan Basir untuk menyampaikan keinginan Setya Novanto dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo memperoleh proyek PLN di Jawa.

"BAP nomor 16, terdakwa menjelaskan bertemu Sofyan Basir dan disampaikan, Pak Kotjo dan Pak Novanto ingin mendapatkan proyek listrik di Jawa dan pada ahirnya pak Sofyan Basir menyampaikan bahwa di Jawa sudah penuh, kalau di Sumatera Oke, di luar Jawa Oke," ungkap Rudi membacakan BAP Eni Saragih di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Mendapat jawab itu, Eni segera melapor ke Novanto. Namun saat itu Novanto mengaku sudah tahu bahwa proyek PLN di Jawa sudah penuh.

"Menurut Setya Novanto, 'Iya gue udah ketemu sama Rini dan Sofyan Basir, dan menurut mereka (Rini dan Sofyan) enggak bisa, tapi kalau luar Jawa sih Oke'," kata Rudi mengutip pernyataan Novanto dalam BAP Eni.

Rudi pun mengonfirmasi sosok Rini kepada Eni."Pertanyaan saya, siapa yang dimaksud Rini didalam keterangan saudara tersebut?," tanya Rudi kepada Eni.

"Rini Menteri BUMN, Rini Soemarno," jawab Eni.

Rudi kemudian menanyakan kaitan Rini dalam perkara Eni."Menteri BUMN ini kan membawahi beberapa BUMN termasuk PLN, jadipasti nyambung antara BUMN dengan PLN. Mungkin demikian yang disampaikan Setya Novanto pada waktu itu," bebernya.

Dalam perkara ini, Eni Saragih didakwa menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Selain gratifikasi, Eni Maulani Saragih juga didakwa menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Komentar

x