Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:19 WIB

Pembebasan Ba'asyir Dikaji

Hastag #JKWBatalCintaUlama Jadi Trending

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 22 Januari 2019 | 08:10 WIB
Hastag #JKWBatalCintaUlama Jadi Trending
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Pemerintah mengkaji ulang pembebasan terpidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (ABB). Pemerintah bimbang sendiri, warganet pun mencuatkan trending topic hastag #JKWBatalCintaUlama.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan rencana pemerintah, dalam hal ini Presiden RI bersama menteri, mengkaji lebih keputusan pembebasan Ba'asyir menimbulkan reaksi.

Menkopolhukam Wiranto meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak grasa-grusu membebaskan Ba'asyir. "Presiden RI jangan grasa-grusu serta merta memutuskan. Perlu pertimbangkan dulu aspek-aspek lain sebelum ambil keputusan membeaskan Ba'asyir," kata Wiranto.

Menurut Wiranto, keluarga Ba'asyir memang sudah mengajukan permohonan pembebasan bersyarat sejak 2017 karena alasan usia yang sudah lanjut dan kesehatan yang terus memburuk.

"Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Presiden RI memahami permintaan dari pihak keluarga itu. Namun, tentu, perlu juga mempertimbangkan aspek-aspek lain seperti ideologi Pancasila dan aspek hukum lainnya," tutur Wiranto.

Presiden RI dan jajaran menteri Kabinet Kerja pun jadi bimbang terkait pembebasan Ba'asyir. Kebimbangan itu direpon banyak kalangan, termasuk Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW).

"Wiranto bilang pembebasan Abu Bakar Ba'asyir masih akan dikaji lagi. Lho, apakah pernyataan-pernyataann langsung Presiden @jokowi bahwa presiden membebaskan Ustaz ABB dengan alasan kemanusiaan tidak berdasarkan kajian mendalam dan komprehensif?," tukas HNW lewat twitternya yang dikutip inilah.com, Senin (21/1/2019).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir pun mempertanyakan alsan pemerintah saat memutuskan pembebasan Ba'asyir karena alasan kemanusiaan. Menurut dia, harusnya ada rekomendasi dari ahli medis.

"Alasan kemanusiaan itu bila rekomendasi medis mengatakan tidak ada lagi harapan hidup, tubuh penuh selang infus, tidak bisa lagi bangun dan bicara. Kalau masih bisa makan bareng pengacara tanpa disuapin dan masih lancar bicara, itu bukan alasan kemanusiaan. Itu skandal jepit!," tandasnya.

Netizen ikut pula merespon kegalauan pemerintah saat menyatakan mengkaji ulang pertimbangan pembebasan Ba'asyir. Tak heran jika hastag #JKWBatalCintaUlama kini jadi trending topic. Berikut petikan komentar netizen:

si kecil @ThenBagoess: Diatas langit ada langit. Itu mengingatkan untuk selalu tawaduk betapa lemahnya manusia. Lah ini ada rezim di atas bohong ada bohong lagi. #OrdeSabun #JKWBatalCintaUlama

Yasinta @yasintaindi: Ustadz Abu sih penganut khilafah sejati... ya pasti Ahoker dan sebagian Jokower pada kaburlah.. Pak De bingung nih, rangkul umat Islam apa rangkul Ahoker... kita mah nonton aja sambil dangdutan #JKWBatalCintaUlama

Hambakail @hambakail: Kemarin Pas Debat Jokowi bilang suruh jangan grusa-grusu, lha kok sekarang Menterinya ngatain Presiden suruh jangan grusa-grusu.. Saya kok gagal paham ya... #JKWBatalCintaUlama

Wasis So Tom @WasissoTom: Bapak Jokowi sebenarnya ada apa dengan jenengan? Kuatlah sebagai pemimpin, Pak Jokowi #JKWBatalCintaUlama

Adly Chandra @AdlyChan78: Kepemimpinan yang tidak memimpin seperti dinyatakan Prabowo satu per satu terbukti #JKWBatalCintaUlama kasus ini menambah deretan aib yang menurunkan kredibilitas pemerintah.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra selaku penasihat hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, mengatakan Presiden RI Jokowi ingin Ba'asyir segera bebas. Dan, Yusril yang bakal menjemput langsung Ba'asyir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Jumat (18/1/2019).

Kabar rencana bebas bersyarat Abu Bakar Baasyir menjadi sorotan. Pasalnya, ia enggan membuat pernyataan kesetiaan kepada NKRI seperti diatur Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat. [ris]

Komentar

x