Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:19 WIB

Jawa Tengah & Malaysia

Dahnil: Yang Dimaksud Prabowo Jumlah bukan Luas

Oleh : Fadhly Zikry | Jumat, 18 Januari 2019 | 16:25 WIB
Dahnil: Yang Dimaksud Prabowo Jumlah bukan Luas
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Debat perdana Calon Presiden (Capres) Pemilu Presiden 2019 menyisakan berbagai kesan. Salah satunya tentang pernyataan Calon Presiden 02 Prabowo Subianto tentang Jawa Tengah lebih besar dibanding negara Malaysia.

Statemen Prabowo pun langsung mengundang magnet pembahasan publik. Kubu petahana Jokowi-Maruf ramai-ramai menyatakan bahwa Prabowo salah data. Sejumlah tokoh dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf mengatakan, bahwa Malaysia lebih luas wilayahnya dibanding dengan Jawa Tengah. Prabowo pun dinilai salah.

Secara luas, Malaysia memang lebih luas dibanding Jawa Tengah. Malaysia mempunyai luas sebesar 330,803 km. Sedangkan Jawa Tengah mempunyai luas 32,801 km.

Namun jika didengar kembali pernyataan Prabowo didalam forum debat tersebut, mantan Danjen Kopassus itu memang tidak menyebutkan kata 'luas'. "Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia," kata Prabowo.

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pun juga beramai-ramai meluruskan pernyataan Prabowo. Yang dimaksud Prabowo lebih besar yaitu jumlah penduduk. Hal tersebut sesuai dengan topik pembahasan yang disinggung Prabowo pada Kamis (17/1) malam itu.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar juga ikut mengklarifikasi kesalahpahaman yang diterima oleh kubu Jokowi-Maruf dan publik. Di akun twitternya, Dahnil juga mengklarifikasi hal tersebut kepada Wakil TKN Arsul Sani yang juga merupakan Sekretaris Jenderal PPP.

"Jokes Siang lho. PM Malaysia Mahathir Mohamad akan panggil Dubes RI untuk Malaysia, guna tegaskan bhw luas wilayahnya jauh lbh besar dari Jateng," cuit Arsul Sani.

Dahnil pun kemudian meluruskan pernyataan Arsul.

Seperti diketahui, debat perdana yang digelar pada Kamis malam tersebut membahas tema penegakan hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Debat selanjutnya akan digelar pada 17 Februari dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur. [fad]

Komentar

x