Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:10 WIB

Jokowi Normatif, Prabowo Unggul Telak

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 18 Januari 2019 | 02:07 WIB
Jokowi Normatif, Prabowo Unggul Telak
Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta -Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humphrey Djemat menilai debat pertama Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (17/1/2019) malam, pasangan nomor 2 unggul telak.

Menurut Humprey, Jokowi tidak dapat memberikan argumen solutif dan hanya berkutat pada konsep. Padahal, Jokowi sebagai petahana sudah menjalani dan seharusnya menyelesaikan masalah-masalah yang dipertanyakan Prabowo.

"Argumen dan jawaban Pak Jokowi sangat normatif, padahal beliau sudah empat tahun lebih menjabat Presiden RI," kata Humprey di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam.

Humprey melanjutkan, sebenarnya Jokowi kaya dengan pengalaman sebagai pemimpin Indonesia. Sayang, ternyata jawabannya malah seperti orang yang baru mau menjadi Presiden RI.

"Kalau pada 2014 pakai cara itu orang bisa memaklumi," ujarnya.

Humprey mengatakan harusnya Jokowi bisa memberikan bukti konkret tentang apa saja yang telah dilakukan dalam keadilan penegakan hukum, korupsi, hak asasi manusia maupun penanganan terorisme.

Sebaliknya, kata Humprey, Jokowi justru menuduh ketika Sandi memberikan contoh ada nelayan yang masih diimpit ketidakadilan hukum.

"Ini bukti beliau tidak melihat kondisi masyarakat sebenarnya. Padahal benar, di kalangan bawah tidak sedikit kita jumpai persekusi, kriminalisasi maupun pelanggaran HAM," papar Humprey.

Humprey melihat Jokowi sering lari dari masalah, lalu menyerang balik secara subjektif ketika menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari Prabowo-Sandi.

Misalnya ketika disinggung soal impor pangan selama kepemimpinan Jokowi. Padahal, Jokowi berjanji ketika kampanye dan debat Pilpres 2014 adalah menekan impor.

Prabowo juga mencontohkan ketidakadilan hukum terhadap kepala desa yang memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor 2 yang ditangkap aparat hukum di Jawa Timur.

Ironisnya, banyak kepala daerah yang terang-terangan mendukung pasangan calon nomor 1 sama sekali tidak ditindak. Tentang fakta itu, Jokowi justru menyebut pernyataan Prabowo sebagai tuduhan.

"Saya lihat ada perubahan style pada diri Pak Jokowi. Beliau malah lebih banyak menyerang lawan. Ini mungkin cara buat mancing emosi karena tim Jokowi tahu Pak Prabowo temperamental. Ternyata Pak Prabowo tak terpancing," tandasnya.[hpy]

Komentar

x