Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 11:32 WIB

Novel Ajukan Syarat soal Pembentukan Tim Gabungan

Oleh : Ivan Sethyadi | Rabu, 16 Januari 2019 | 01:02 WIB
Novel Ajukan Syarat soal Pembentukan Tim Gabungan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyebut pembentukan tim gabungan tak akan cukup untuk membongkar aksi teror terhadapnya.

Hal itu disampaikan Novel usai mendapat dukungan dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

"Yang pertama saya menilai pembentukan tim gabungan ini tidak sesuai yang kami minta," kata Novel di Gedung KPK, Selasa (15/1/2019).

Novel menilai tim gabungan, yang baru dibentuk tidak berbeda jauh dengan tim sebelumnya. Anggota tim, kata dia, hanya diberi surat tugas baru."Rasanya permasalahannya bukan di situ," ujarnya.

Novel mengingatkan penyerangan terhadap dirinya sistematis dan terorganisir. Kedua, adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyelidikan. Dengan alasan itu, Novel mempertanyakan kesanggupan tim gabungan untuk menuntaskan kasusnya.

"Apakah tim ini akan menindaklanjuti hal itu? Saya rasa tidak mungkin karena penyidiknya masuk dalam tim ini," ujarnya.

Meski begitu, Novel menghormati proses penyelidikan kasus penyiraman air keras yang dilakukan tim gabungan tersebut. Dia juga berjanji akan memberi keterangan kepada tim gabungan, dengan catatan berkomitmen mengungkap kasus teror itu.

"Saya punya syarat, saya meminta tim ini berkomitmen untuk mengungkap semua serangan kepada pegawai KPK sebelumnya," pungkasnya.

Polri membentuk tim gabungan untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Jajaran Polri, KPK dan sejumlah pakar atau akademisi masuk dalam tim tersebut.

Surat tugas dengan nomor Sgas/3/I/HUK6.6/2019 telah dikeluarkan sejak 8 Januari 2019. Satgas ini berisi 65 anggota, terdiri dari 52 dari kepolisian, KPK enam orang, dan perwakilan pakar tujuh orang.

Komentar

x