Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 11:51 WIB

Satgas Gabungan Percepat Ungkap Kasus Novel

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 14 Januari 2019 | 11:32 WIB

Berita Terkait

Satgas Gabungan Percepat Ungkap Kasus Novel
Penyidik KPK, Novel Baswedan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kompolnas turut mengomentari pembentukan tim satgas gabungan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Pembentukan satgas gabungan ini dinilai bagus untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

"Kapolri punya hak membuat Satgas apapun khusus dalam penanganan kasus menonjol. Apalagi Satgas ini dibentuk dengan tim gabungan baik dari Polri maupun non Polri," kata Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan saat dihubungi INILAHCOM, Senin (14/1/2019).

Andrea mengatakan pembentukan satgas gabungan ini juga tak lepas dari rekomendasi Komnas HAM. Menurut dia, satgas ini dibentuk tepat untuk mempercepat pengungkapannya karena sudah lebih dari satu tahun tak menemui titik terang.

"Pembentukan Satgas ini karena menjawab desakan baik dari lembaga seperti Komnas HAM maupun dari Novel sendiri. Karena dianggap penanganannya terlalu lama, maka saya pikrir Kapolri mengeluarkan kebijakan untuk membantu mempercepat penanganannya. Apa lagi salah satu kendala, dari pihak korban belum mau di BAP secara detail oleh penyidik," ucap Andrea.

Andrea kemudian mengomentari kritik dari para politisi yang menganggap pembentukan satgas gabungan ini adalah kepentingan petahana Joko Widodo dalam debat Capres yang akan digelar dalam waktu dekat. Andrea menilai para politisi memanfaatkan momentum ini untuk berkampanye.

"Kalau Politisi mempunyai sangkaan lain, ya karena mereka bisa jadi mungkin memanfaatkan momentum untuk kampanyenya melawan kompetitornya," jelas dia.

Tim satgas gabungan dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai mendapat rekomendasi dari Komnas HAM. Satgas ini akan dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Dalam susunan Satgas ini, terdiri dari penyidik KPK, penyidik Polri, Pakar dan para ahli. Satgas ini akan bekerja selama 6 bulan kedipan atau sampai bulan Juli 2019. [rok]

Komentar

x