Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 00:54 WIB

Ustaz Arifin Ilham Menulis Oase Hatiku di FB

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 12 Januari 2019 | 21:43 WIB
Ustaz Arifin Ilham Menulis Oase Hatiku di FB
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta -Ustaz Muhammad Arifin Ilham, pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra, membuat tulisan bertajuk Oase Hatiku yang diunggah Sabtu (12/1/2019) pukul 20:51 WIB di media sosial FaceBook (FB).

Ustaz M Arifin Ilham masih dalam kondisi kurang sehat dan menjalani perawatan di Penang, Malaysia. Sebelum dirujuk ke Penang, ia sempat dirawat beberapa hari di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Meski belum 100% pulih, Ustaz M Arifin Ilham tetap berdakwah lewat tulisan bertajuk Oase Hatiku dan diunggah di FB-nya sejak Sabtu (12/1/2019) sore.

Berikut isi tulisan karya Ustaz M Arifin Ilham:

OASE HATIKU

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Siapa aku? Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada. Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa. Ujung-ujungnya harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam alaihis salam.

Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah. Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini ternyata calon bangkai yang berkalang tanah.

Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat. Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup. Harapan kita tentu Allah menjadikan kuburan kita Taman Surga-Nya. Aamiin.

Astaghfirullah. Inilah yang membuat aku terus-menerus memohon ampunan-Nya. Inilah yang membuatku semangat dalam beribadah, bernikmat dalam shalat, bahagia berlama-lama sujud di pengujung malam, menangis, dan menyelimuti diri dengan rasa takut akan murka dan azab-Nya.

Allahu Akbar. Inilah yang membuat gelora asa terpatri kuat dalam memburu ridha dan Syurga-Nya; inilah yang mendesakkan rasa rindu berjumpa dengan-Nya. Inilah energi amal sholehku, dakwahku.

Inilah yang menjadi asbab bersemangat dalam mencari rezeki halal, kuat bestari dalam beramal silaturahim, sayang keluarga, sayang kepada semua, apalagi kepada yang papa lebih-lebih saudara-saudara yang tertindas.

Merenungi siapa aku, menjadikan diri ini disibukkan dengan perbaikan diri dan sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain. Aib diri saja seabrek abrek. Lunglai sudah jika teringat akan siapa diri ini. Tertatih jasad ini dalam mengimbangi gelora ruh dan hati yang terus berjibaku menuju-Nya.

Terluap 'khouf' rasa takut hebat kepada-Nya dan 'rojaa' berharap sangat kepada-Nya. Bergelayut sedih berbaur bahagia. Putaran waktu di dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal hidup selama-lamanya.

Sebentar, tapi menentukan keadaan di akhirat kelak. Dunia bukan untuk main-main, apalagi maksiat. Umurku tidak sepanjang perjuanganku. Sementara dosaku banyak, ilmuku kurang, keadaan inilah membuat waktu hidup ini terasa kian sebentar.

Duhai kalian, Abah yang telah berpulang, Mama, anak-anakku, istri-istriku, anak-anak yatimku, anak-anak santriku, keluargaku, guru-guruku, para sahabatku, jamaah zikir, juga kalian sahabat FB-ku, InstGram-ku, saudara-sauadaraku di Palestina, Afghan, Irak, Suriah, Yaman, Mesir, Afrika Tengah, Ughur China, Khasmir, Rohingya, Patani, Moro dan seluruh umat, juga negeri Indonesia tercinta ini, telah masuk merenggut hati dan pikiranku.

Diri ini, demi Allah, sayang semua, cinta semua karena Allah. Rasanya tidak disebut doa, kecuali kalian semua bagian doaku. Aku ingin semua damai dalam naungan Syariat-Nya dan hidup bahagia dalam Sunnah Nabi-Nya sehingga negeri tercinta kita Indonesia hidup damai aman dalam penuh berkah Allah.

Allahumma ya Allah ampunilah diri ini dan kami semua. Selamatkanlah kami dari semua fitnah dunia dan kezholiman. Terimalah mereka yang wafat sebagai syuhada di sisi-Mu...

SubhanAllah. Air mata ini terus mengalir dalam oase hati ini karena sayangnya abang pada antum semua karena Allah.[ris]

Komentar

Embed Widget
x