Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Maret 2019 | 22:09 WIB

Kejagung Bantah Rekomendasikan SP3 Kasus Gunawan

Sabtu, 12 Januari 2019 | 20:03 WIB

Berita Terkait

Kejagung Bantah Rekomendasikan SP3 Kasus Gunawan
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta -Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, membantah SP3 kasus dugaan penggelapan dan TPPU dengan terlapor Gunawan Jusuf yang ditangani Bareskrim berdasarkan petunjuk kejaksaan.

"Dari mana? Berkasnya saja belum ada. Artinya, pengembalian SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) itu karena berkas perkara tidak pernah dikirimkan ke Kejaksaan," tegas Mukri di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Menurutnya, kejaksaan menerima pengiriman SPDP kasus ini dari Bareskrim Polri pada Juni 2017. Tapi, berkas perkaranya tidak pernah dikirimkan sampai batas waktu pengembalian SPDP itu sehingga kejaksaan menyimpulkan penerbitan SPDP terlalu cepat.

Padahal, lanjut Mukri, standar operasional prosedur (SOP) Nomor 03 Tahun 2016 menyebutkan berkas harus dikirim paling lambat 1 bulan (30 hari) setelah SPDP dikirimkan. Nah, perkara ini sudah lewat 494 hari.

"Akhirnya SPDP dikembalikan ke penyidik pada November 2017 supaya tidak menjadi tunggakkan, padahal berkasnya belum pernah ada," kata Mukri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengklaim penghentian kasus Gunawan Jusuf sudah sesuai petunjuk jaksa dan hasil gelar perkara.

"SP 3 dikeluarkan sebelum Natal (25 Desember 2018). Petunjuk dari Kejaksaan seperti itu," kata Dedi Prasetyo.

Surat Direktur Tipideksus tertanggal 14 Desember 2018 kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum menyebutkan kalau penyidikan terhadap perkara itu dihentikan demi hukum.

Surat bernomor B/279B/XII/RES.2.3/2018/Dit Tipidesksus itu juga memuat alasan penghentian penyidikan, yakni karena Nebis in idem dan Kedaluarsa. [ris]

Komentar

x