Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:33 WIB

Petinggi PT. BAP Suap DPRD Kalteng Karena Limbah

Oleh : Ivan Sethyadi | Jumat, 11 Januari 2019 | 16:11 WIB
Petinggi PT. BAP Suap DPRD Kalteng Karena Limbah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Managing Director PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Suradja menyuap empat anggota DPRD Kalimantan Tengah sebesar Rp 240 juta.

Suap diberikan agar DPRD Kalteng tak melakukan rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran limbah di Danau Sembuluh. Padahal, rapat tersebut sebagai salah satu fungsi pengawasan anggota dewan.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi uang sebesar Rp 240 juta," ujar Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Suap kepada anggota DPRD Kalteng yaitu Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan, anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada, serta Arisavanah.

Kasus ini bermula dari rapat paripurna DPRD Kalteng memperoleh laporan serta adanya pemberitaan media massa mengenai tujuh perusahaan sawit yang diduga lakukan pencemaran di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng.

Salah satu perusahaan tersebut yaitu PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) di bawah PT Sinar Mas Agro Resources dan Technology (PT SMART).

Selain itu, RDP seharusnya juga membahas masalah tidak adanya izin Hak Guna Usaha (HGU) dan tidak adanya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPH), serta belum adanya plasma yang dilakukan PT Binasawit Abadi Pratama.

Atas perbuatanya para terdakwa didakwa langgar Pasal 5 ayat 1 huruf a juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi joncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [rok]

Komentar

Embed Widget
x