Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 22:23 WIB

Dirut Hutama Karya Mangkir, KPK Jadwal Ulang

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 10 Januari 2019 | 21:42 WIB
Dirut Hutama Karya Mangkir, KPK Jadwal Ulang
Jubir KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini batal memeriksa Bintang Perbowo selaku Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Tbk. Bintang mangkir, KPK pun siapkan jadwal ulang.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan Bintang Perbowo tak hadiri pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Agam, Sumatera Barat.

"Dua saksi (Bintang Perbowo dan Anis Anjayani) tidak hadir," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (10/1/2019).

Anis Anjani adalah Kepala Divisi Keuangan PT Hutama Karya.

Kehadiran kedua petinggi perusahaan pelat merah itu sebagai saksi dalam pemeriksaan KPK atas tersangka Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya Budi Rahmat Kurniawan.

Febri memastikan tim penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Bintang Perbowo dan Anis Anjani.

"Pemeriksaan dijadwalkan ulang, tapi belum ditentukan waktunya," kata Febri.

KPK menetapkan mantan General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan dan mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dudy Jocom sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Agam, Sumatera Barat.

KPK menduga kerugian keuangan negara dalam pembangunan Gedung lPDN di Agam mencapai Rp34 miliar dari total nilai proyek Rp125 miliar.

Selain proyek kampus IPDN di Agam, KPK juga menjerat Budi Rachmat Kurniawan dan Dudy Jocom serta Bambang Mustaqim selaku Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek kampus IPDN di Rokan Hilir, Riau.

Dudy Jocom juga menyandang status tersangka atas dua proyek kampus IPDN lain, yakni di Gowa, Sulawesi Selatan, dan Minahasa, Sulawesi Utara. Terkait proyek kampus IPDN di Gowa, KPK pun menyematkan status tersangka terhadap Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo.

Untuk kasus dugaan korupsi proyek IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara, KPK menetapkan Dudy Jocom bersama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko sebagai tersangka. [ton]

Komentar

x