Find and Follow Us

Rabu, 24 April 2019 | 13:55 WIB

BamSoet Berharap Blokade Atas Qatar Berakhir

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 9 Januari 2019 | 19:01 WIB
BamSoet Berharap Blokade Atas Qatar Berakhir
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, jakarta - Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo berharap blokade sejak 2017 terhadap Qatar yang dilakukan sejumlah negara kawasan teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir segera diakhiri.

"Terlebih Indonesia sudah jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020. Indonesia sahabat bagi semua negara, baik Qatar maupun negara-negara kawasan Teluk lainnya. Sebagai sesama negara berpenduduk muslim, Indonesia ingin kawasan Teluk dan Timur Tengah dipenuhi kedamaian," kata BamSoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, saat menerima Chairman Of the Board Trustees Humanitarian Funds Of Royal Charity Qatar Abdulaziz Bin Ali Al-Thani di Ruang Kerja Ketua DPR-RI, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar, Director Of Communication and Information Administration Mohanad Al-Shourbaji, Director Of Financial Resources Development Othman Abdel Qader. BaSoet selaku Ketua DPR-RI ditemani Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Dave Laksono, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menjelaskan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, peran Indonesia terbilang penting bagi upaya pemulihan stabilitas dan keamanan dunia. Terlebih saat dinamika politik global kini kian kompleks.

"Sejalan dengan posisi Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020, DPR-RI dalam menjalankan fungsi Diplomasi Parlemen senantiasa merangkul parlemen negara lain demi menciptakan perdamaian dunia, baik melalui Inter Parliamentary Union (IPU) maupun Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC), khususnya dalam menggalang solidaritas negara-negara berpenduduk muslim lainnya," papar BamSoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini pun berhadap agar penyelenggaraan sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-140 di Doha, Qatar, pada 6-10 April 2019 berjalan sukses. DPR-RI bakal berpartisipasi di forum itu.

"Saya berharap Parlemen Indonesia dan Qatar berbuat lebih banyak di forum IPU itu. Kita harus mengajak parlemen negara lain untuk mempererat hubungan dan menghasilkan resolusi taktis yang mendukung perdamaian dan kesejahteraan dunia," ujar Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi berbagai upaya Pemerintah Qatar memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia yang terbangun sejak 1976. Hal itu terlihat dari adanya kegiatan saling kunjung pemimpin kedua negara. Berbagai kerja sama juga mulai dijalin. Terkini adalah investasi Qatar senilai US$ 500 juta untuk pengembangan pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2017 mencapai US$ 916 juta. Meningkat sedikit dari US$ 915 juta pada 2016. Angka ini harus dapat ditingkatkan lagi di tahun mendatang. Peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan masih terbuka lebar, kita harus terus buka ruang dialog untuk menjalin lebih kuat saling kesepahaman," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi langkah Pemerintah Qatar dan Royal Charity Qatar sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya menciptakan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik. Di antaranya dengan turut aktif menanamkan dan menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi kepada masyarakat luas sebagai jalan untuk mewujudkan perdamaian global.

"Di tengah situasi global yang kian kompleks, di mana sebagian masyarakat dunia belum sepenuhnya menikmati kehidupan yang layak akibat konflik politik, perang maupun bencana alam, kehadiran yayasan sosial seperti Royal Charity Qatar sangat dibutuhkan. Donasi dan berbagai program bantuan sosial yang diberikan ikut mengangkat harkat martabat manusia," ungkap BamSoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menilai, melalui berbagai program sosial, Royal Charity Qatar telah membantu meringankan penderitaan rakyat di berbagai belahan dunia tanpa memandang warna kulit, agama, ras atau kebangsaan. Indonesia termasuk yang menerima bantuan senilai US$ 5 juta pasca bencana di Palu, Sulawei Tengah.

"Jangan menutup mata atas masih banyaknya masyarakat di berbagai kawasan dunia, terutama di daerah-daerah konflik yang tingkat kehidupannya sangat memprihatinkan. Mereka butuh bantuan kemanusiaan. Saya yakin dunia lebih indah jika kita saling peduli," tandas BamSoet. [*]

Komentar

Embed Widget
x