Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 06:47 WIB

Ditangkap, Wisnu Wardhana Pun Dicopot dari Hanura

Rabu, 9 Januari 2019 | 12:29 WIB
Ditangkap, Wisnu Wardhana Pun Dicopot dari Hanura
Wisnu Wardhana saat ditangkap - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Ketua DPD Partai Hanura Jatim sekaligus Ketua DPW Relawan Jokowi (Rejo) Jatim Kelana Aprilianto menegaskan pihaknya telah mencoret pencalegan Wisnu Wardhana (WW) di Hanura.

"Saya memberhentikan WW dari Partai Hanura dan mencari pengganti WW sebagai Sekretaris DPW Rejo Jatim," ujar Kelana yang ketika dikonfirmasi mengaku sedang di Probolinggo, Rabu (9/1/2019).

WW mendaftar sebagai Caleg DPRD Jatim melalui Partai Hanura dengan nomor urut 1 Dapil Jatim III (Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan).

"Saya dapat konfirmasi kalau pencoretan pencalegan WW sudah disetujui KPU Provinsi Jatim," tegas Kelana.

Pencoretan itu melengkapi berakhirnya pelarian Wisnu Wardhana. Tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya pada Rabu (9/1/2019) pagi bisa mengendus keberadaan politisi Hanura itu saat melintas di Jalan Raya Kenjeran. Persisnya di depan gang Lebak Jaya II, Surabaya.

Wisnu yang juga caleg DPRD Jatim dari Hanura diamankan pukul 05:50 WIB. Seusai menjalani pemeriksaan administratif, Wisnu akhirnya dibawa ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman enam tahun penjara sesuai vonis Mahkamah Agung (MA).

Sebelum dibawa ke Lapas Porong, Wisnu sempat meminta didampingi kuasa hukumnya. Permintaan itu tak dikabulkan Kejaksaan. "Ini kan eksekusi yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kalau mau proses hukum lebih lanjut, yakni PK (Peninjauan Kembali), ya nanti urusan dia. Yang jelas, PK tidak bisa menghalangi proses eksekusi ini," ujar Kepala Kejari Surabaya Teguh Dharmawan.

Teguh menambahkan, Wisnu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga pekan terakhir. Status DPO melekat pada diri Wisnu setelah korps Adhyaksa ini memanggil secara patut terpidana korupsi pelepasan aset milik perusahaan milik Pemprov Jatim, yaitu PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, ini.

Dalam kasus ini, Wisnu dinyatakan bersalah oleh hakim Tipikor Surabaya dan dihukum tiga tahun penjara. Wisnu yang kala itu menjabat Kepala Biro dan Ketua Tim Penjualan Aset membuat kebijakan dalam melepas aset negara. Hakim menyatakan Wisnu merugikan negara senilai Rp 11 miliar.

Tak terima dengan vonis hakim di tingkat pertama, Wisnu berupaya banding. Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menganulir putusan hakim PN Tipikor dan mengkorting hukuman Wisnu menjadi hanya satu tahun penjara.

Atas vonis satu tahun hakim tinggi, giliran Jaksa tidak terima dan melakukan upaya kasasi. Saat sidang di pengadilan tingkat akhir itulah hakim agung memvonis Wisnu enam tahun penjara. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x