Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:35 WIB

Perindo Sudah Menang di Udara, Kader Harus Aktif

Selasa, 8 Januari 2019 | 22:57 WIB
Perindo Sudah Menang di Udara, Kader Harus Aktif
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Perindo diprediksi sangat berpeluang menjadi partai baru yang lolos ke Senayan.

"Di politik tak ada yang mustahil. Peluang Perindo terbuka lolos PT," ungkap pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta Ujang Komarudin, Selasa (8/1/2019).

Perindo, kata dia, masih berpotensi besar meningkat elektabilitasnya dan memaksimalkan perolehan kursi pada Pemilu mendatang. Ini berkat dukungan baik dari sisi logistik yang besar maupun sosialisasi masif yang dilakukan selama ini.

Untuk memaksimalkan hasil, lanjutnya, kader dan Caleg Perindo harus lebih aktif lagi menyosialisasikan visi, misi dan programnya ke masyarakat. Serta turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dengan begitu, sangat terbuka peluang Partai Perindo untuk meraih suara maksimal dalam Pileg 2019. Apalagi, waktu untuk kampanye masih cukup lama.

"Perindo sudah menang di udara, karena sejak lama sudah mengenalkan diri via media, sehingga caleg dan kadernya harus bergerak masif menyapa warga," tuturnya.

Ujang mengatakan, tipikal masyarakat Indonesia itu lebih senang bila ada tokoh dan parpol menyapa secara langsung. Sikap Hary Tanoesoedibjo yang sering turun ke daerah-daerah memberi contoh, bisa berdampak positif bagi partai.

"Karena rakyat Indonesia itu sosiologis dan psikologis senang didatangi, senang disilaturahmi," katanya.

Sebelumnya, Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa mengatakan, Partai Perindo meraih angka tertinggi ketimbang tiga parpol baru lainnya, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya dan Partai Garuda.

"Perindo menjadi pemimpin di antara partai baru lainnya," ucap Adrian saat jumpa pers di kantornya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

LSI Denny JA mencatat, pada Agustus 2018 Perindo meraih angka sebesar 1,7%, September 1,4%, Oktober 3,0%, November 2,2% dan Desember 1,9%. Sementara PSI, Berkarya dan Garuda relatif tidak mencapai angka 1%.

"PSI, Berkarya dan Garuda masih di angka nol koma, belum pernah melewati angka 1%," imbuhnya.

Adrian menuturkan, faktor yang menyebabkan Perindo melejit di urutan pertama yakni karena figur Ketua Umumnya, yakni Hary Tanoesoedibjo.

Pasalnya, nama Hary Tanoe memiliki tingkat keterkenalan di posisi lima besar setara dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

"Sumber daya Perindo salah satunya figur Ketua Umumnya. Kemudian jaringan media yang dimilikinya, dan sumber daya ekonominya di mana Hary Tanoe peringkat ke-19 orang terkaya di Indonesia 2018 menurut Forbes," tutur Adrian.

Dia menambahkan, Perindo dapat lolos Parliamentary Threshold (PT) apabila mampu mengkapitalisasi potensi yang dimilikinya secara maksimal.

Survei LSI Denny JA kali ini merupakan rangkuman dari lima survei terakhir sejak Agustus hingga Desember 2018.

Survei menggunakan 1.200 responden dan diadakan di 34 provinsi di Indonesia. Adapun metode survei kali ini yakni multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9%. [rok]

Komentar

x