Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:00 WIB

Klaim Unggul Debat Capres, Siapa Lebih Unggul?

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 8 Januari 2019 | 19:25 WIB
Klaim Unggul Debat Capres, Siapa Lebih Unggul?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Debat perdana capres-cawapres akan dilaksanakan pada 17 Januari 2019. Haru biru persiapan debat memunculkan polemik soal bocoran kisi-kisi pertanyaan berupa bank soal dari KPU ke pasangan calon. Klaim saling unggul dalam debat meluncur dari masing-masing kubu.

Debat perdana capres-cawapres menjadi titik awal pertarungan nyata antara dua pasangan calon presiden-wakil presiden. Salah satu keuntungan bila unggul dalam debat, akan menarik pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Kemampuan seorang calon bakal terlihat saat bagaimana cara menjawab dan menyelesaikan persoalan yang disampaikan para panelis.

Tak urung Wakil Presiden Jusuf Kalla berkomentar soal adanya kisi-kisi pertanyaan yang diberikan kepada pasangan calon menjelang debat. Menurut dia, salah satu manfaat debat untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam menjawab secara spontan pertanyaan dari para panelis. "Kalau kita ingin menilai kemampuan secara pribadi (maka jawaban spontan dari capres-cawapres dibutuhkan)," ujar JK di Kantor Wapres, Selasa (8/1/2019).

Kendati demikian, KPU telah memutuskan sepekan menjelang pelaksanaan debat perdana, masing-masing pasangan calon bakal mendapatkan kisi-kisi pertanyaan dari para panelis yang akan dipilih saat hari H pelaksanaan debat. Masing-masing tim pemenangan capres-cawapres membenarkan tentang kesepakatan tersebut, meski kesepakatan bersama antara tim sukses masing-masing pasangan dan KPU itu tidak direspons positif oleh publik.

Tudingan ketakutan dalam berdebat mengarah pada masing-masing pasangan calon. Seperti tudingan soal Jokowi tidak berani berdebat, termasuk tudingan serupa menimpa Prabowo. Dua tanda pagar yang sempat menjadi topik yang paling banyak diperbicangkan menandai atensi publik atas isu ini. Seperti tanda pagar #JokowiTakutPaparkanVisiMisi serta tanda pagar #PrabowoTakutDebat.

Keunggulan debat antarkandidat dipengaruhi oleh tema yang akan dibahas. Di tema pertama debat yang mengangkat masalah hukum, HAM, terorisme, dan korupsi masing-masing kandidat memiliki kans untuk unggul dalam isu ini. Isu soal HAM yang selama ini dilekatkan pada sosok Prabowo, tampaknya dalam Pilpres ini tak sedramatis saat Pilpres 2014 lalu. Kali ini, baik Jokowi maupun Prabowo memiliki titik lemah di isu ini.

Seperti catatan KontraS yang menilai dua kandidat presiden sama-sama memiliki catatan soal isu HAM. Soal korupsi, posisi Prabowo-Sandi diprediksi jauh lebih menguntungkan. Sejumlah kasus korupsi yang terjadi di era pemerintahan Jokowi ini menjadi titik lemah pasangan petahana. Kasus korupsi yang menyeret sejumlah kepala daerah, tak terlepas dari komitmen pemerintahan Jokowi dalam pemberantasan korupsi.

Soal isu korupsi, sebelum debat, masing-masing pasangan calon telah melakukan psy war usai Prabowo ceramah di hadapan pengusaha di Singapura yang menyebutkan korupsi di Indonesia darurat korupsi. Pernyataan Prabowo ini diprotes oleh pemerintah terkait tudingan Prabowo.

Selain soal tema, penyampaian data masing-masing kandidat menjadi titik krusial apakah data yang disampaikan kelak saat debat benar atau salah. Validitas data penting untuk memastikan informasi yang disampaikan saat debat merupakan data yang benar. Di poin ini, pasangan petahana memiliki keunggulan. Di poin ini pula menjadi titik lemah Prabowo-Sandi yang belakangan kerap soal data ini dipermasalahkan.

Soal artikulasi dan gaya penyampaian materi tak kalah penting menjadi hal penting untuk menilai unggul-tidaknya seorang calon. Gaya penyampaian Jokowi yang kerap tak lepas dari contekan bisa saja menjadi titik lemah pasangan ini. Di sisi lain, cara artikulasi Prabowo yang tegas, lugas saat menyampaikan suatu informasi akan menjadi titik unggul pasangan ini.

Peran cawapres juga tak kalah penting untuk mendukung para capres, terlebih di debat perdana format debatnya antarpasangan capres-cawapres. Posisi Maruf Amin dan Sandiaga Uno bakal menambah poin, termasuk sebaliknya posisi cawapres justru menjadi faktor pengurang poin dalam sesi debat.

Kendati format debat terlebih dahulu terdapat kisis-kisi pertanyaan, tetap saja tahapan ini menarik sebagai ajang penunjukan diri dan ajang meyakinkan calon pemilih untuk memilih saat hari H pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

Komentar

x