Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 05:15 WIB

PAN Sebut Ada Kekhawatiran Akan Ketokohan Anies

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 8 Januari 2019 | 17:42 WIB

Berita Terkait

PAN Sebut Ada Kekhawatiran Akan Ketokohan Anies

INILAHCOM, Jakarta - Pose dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berujung pada pemeriksaan di Bawaslu. Anies diduga melanggar dengan melakukan kampanye terselubung.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo melihat ada kekhawatiran akan ketokohan Anies Baswedan jika dia mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Sebab, Anies dinilai disukai banyak orang, bahkan tak hanya di Jakarta.

"Karena Anies disukai banyak kalangan. Bukan hanya di Jakarta, melainkan hingga berbagai kota besar lain," kata Dradjad saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Dradjad memaparkan kekhawatiran kubu petahana Jokowi-Ma'ruf dari faktor psikologis. Dia mengungkit kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017 oleh pasangan Anies-Sandiaga.

"Anies-Sandi mampu menumbangkan Ahok yang boleh dikatakan 'anak emas' rezim Pak Jokowi. Ada trauma, ketakutan sejarah Pilkada DKI terulang dalam Pilpres 2019," kata Dradjad.

Dradjad juga menyebut ada kemiripan pertarungan Pilgub DKI 2017 dengan Pilpres 2019, di mana Prabowo-Sandiaga melawan petahana.

"Prabowo-Sandi kan mirip Anies-Sandi dalam artian sama-sama melawan petahana. Juga sama-sama cekak uangnya, diremehkan lembaga survei (yang sebenarnya sering salah fatal), kalah dalam urusan pers, pendukungnya sama-sama merasa dizalimi dan sama-sama didukung penuh jemaah 212. Secara psikologis, semua itu berpengaruh," ujarnya.

PAN kemudian mengungkit banyak kepala daerah yang terang-terangan mendukung petahana Jokowi-Ma'ruf. Tapi, tak satupun yang menurutnya diperiksa atau disanksi Bawaslu.

"Tidak satu pun dari mereka yang diperiksa Bawaslu atau kepolisian. Jika Anies nanti diperiksa Bawaslu, saya yakin dia taat. Tapi, ini bisa makin memicu perasaan terzalimi dari pendukung Anies," tandasnya.

Diketahui, Anies harus menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lantaran salam dua jarinya di sebuah acara beberapa waktu lalu. Gubernur DKI itu terancam pidana tiga tahun hanya gara-gara urusan ini.

Komentar

x