Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 18:50 WIB

Ketua DPR Soroti Meningkatnya Kasus Narkoba

Senin, 7 Januari 2019 | 18:00 WIB

Berita Terkait

Ketua DPR Soroti Meningkatnya Kasus Narkoba
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menanggapi isu meningkatnya kasus narkotika pada pekan pertama Januari 2019 yang naik sekitar 22% dibandingkan pekan sebelumnya, dari 384 kasus menjadi 469 kasus.

"Mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian RI untuk menindak tegas pihak yang terlibat dan mengusut tuntas serta membongkar jaringan peredaran narkotika, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang masuk ke wilayah Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata Bamsoet melalui keterangan tertulis, Senin (7/1/2018).

Dia juga mendorong BNN, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI, bersama dengan Bea Cukai untuk meningkatkan pengawasan terhadap beredarnya narkotika, termasuk mengantisipasi masuknya narkotika jenis lama maupun jenis baru ke Indonesia dengan memetakan jalur-jalur masuknya narkotika ke Indonesia, baik melalui darat, laut maupun udara serta secara aktif melakukan razia berkala ke seluruh wilayah, terutama wilayah ataupun rute-rute yang rawan akan penyelundupan narkotika.

"Mendorong Kepolisian RI dan BNN melakukan pembinaan dan rehabilitasi terhadap mereka yang menjadi pemakai dan ketergantungan atau kecanduan menggunakan narkotika, guna pemulihan dari ketergantungan atau kecanduan narkotika," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu juga mendorong BNN, Kepolisian RI, Interpol, TNI, dan Bea Cukai untuk terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan kerja sama dengan aparat Interpol maupun beberapa lembaga bea cukai di luar negeri, guna mempersempit ruang gerak para bandar narkotika dan memberantas penyelundupan narkotika dan barang-barang ilegal lainnya yang masuk ke wilayah Indonesia;

"Mendorong Kejaksaan untuk segera mengeksekusi bandar narkotika yang sudah memiliki keputusan hukum tetap guna memberikan efek rasa jera dan takut kepada bandar-bandar narkotika lainnya, serta sebagai pernyataan keseriusan dari negara terhadap perang melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika," tuturnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan BNN untuk melakukan penyuluhan mengenai bahaya dari penyalahgunaan narkotika di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA/SMK, kepada guru, terutama guru Bimbingan Konseling (BK), dan siswa-siswi, sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.

"Mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan BNN untuk meningkatkan pengawasan dan segera memblokir serta mengusut situs-situs atau konten di internet (baik website maupun media sosial) yang melakukan transaksi jual-beli narkotika," katanya.

DPR RI lanjut Bamsoet, mendukung pernyataan Pemerintah tentang Indonesia darurat narkotika dengan ikut memerangi perdagangan narkotika secara masif serta menegaskan kembali bahwa DPR berkomitmen untuk berperan aktif dan jihad melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika;

"Mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersatu dalam memerangi narkotika dengan berperan aktif melaporkan kepada Kepolisian, BNN, ataupun pihak yang berwenang apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan, seperti adanya kegiatan produksi narkotika di lingkungan sekitar, serta meminta para orang tua untuk menjaga dan meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, mengingat para pengedar menyasar generasi muda sebagai pangsa pasarnya," tandasnya. [*]

Komentar

Embed Widget
x