Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 04:25 WIB

"Masa Debat Pilpres Kalah dengan Cerdas Cermat"

Oleh : Fadhly Zikry | Senin, 7 Januari 2019 | 16:49 WIB
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kebijakan mekanisme format debat Calon Presiden 2019. Terutama mengenai bocoran pertanyaan kepada masing-masing kandidat.

"Kebijakan ini dikhawatirkan tidak hanya menurunkan kualitas konstestasi adu gagasan antarpaslon & pendukungnya, tetapi juga akan menggerus partisipasi pemilih krn banyak pemilih yg menjadikan debat sebagai referensi utama untuk memilih capres/cawapres," kata Fahira dalam akun twitternya @fahiraidris, Senin (7/1/2018).

Senator asal DKI Jakarta itu pun membandingkan debat Pemilu Presiden dengan acara cerdas cermat tingkat sekolah dasar.

"Cerdas cermat anak sekolah sj, para siswa dituntut u/ memahami semua mata pelajaran tanpa terkecuali, krn mrk tidak tahu pertanyaan apa yg akan ditanyakan nanti. Masa debat capres, debat yang pesertanya empat orang putra terbaik bangsa, kalah sama cerdas cermat anak sekolahan?," tulisnya.

Dia menambahkan, membocorkan daftar pertanyaan debat kepada masing-masing kandidat seperti meragukan kemampuan dan kecerdasan para Capres/Cawapres. "Rakyat ingin melihat otentisitas calon pemimpin mereka. Calon yang memahami apapun persoalan Indonesia dan mampu dengan cepat memformulasikan solusinya," ujarnya.

Dalam 14 twit mengenai debat yang dicuitkan Fahira, dia juga mengatakan KPU seharusnya lebih memahami apa yang ingin disaksikan rakyat dalam debat Pilpres.

[fad]

Komentar

x