Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Februari 2019 | 17:46 WIB

Gara-gara Janda, 2 Sopir Saling Carok di Lumajang

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 5 Januari 2019 | 14:26 WIB

Berita Terkait

Gara-gara Janda, 2 Sopir Saling Carok di Lumajang
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jakarta - Dua orang sopir truk terlibat carok yakni Solikin alias Topeng (40) dan Mahfud (30) karena diduga rebutan seorang janda asal Desa Lempeni, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Jumat (4/1/2019) malam.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sabhan menjelaskan awalnya petugas Polsek Tempeh mendapatkan laporan dari Zainul Arifin (50) selaku perangkat desa bahwa ada dua orang lagi carok di kampung dalam kondisi mabok.

Setelah itu, Aipda Dimas selaku Babinkamtibmas bersama Bripka Rino langsung mendatangi lokasi kejadian. Ternyata, benar kedua orang itu sedang membawa celurit di tangan dan tubuhnya sudah bercucuran darah.

"Tanpa pikir panjang, senjata api diletuskan oleh petugas ke atas sebagai peringatan agar keduanya berhenti. Seketika kedua orang itu berhenti, tapi mereka langsung roboh karena luka yang diderita cukup serius," kata Arsal, Sabtu (5/1/2019).

Akhirnya, kata Arsal, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami luka cukup parah.

Arsal sangat menyayangkan aksi carok yang dilakukan oleh Topeng dan Mahfud ini dipicu hanya gara-gara persoalan cinta, apalagi mereka dalam kondisi mabok karena habis minum-minuman keras (miras).

"Kami akan gencar menumpas miras karena dapat berakibat fatal, masalah yang bisa diselesaikan secara baik-baik tapi malah berujung carok hingga nyaris merenggut nyawa," jelas dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran mengatakan berdasarkan keterangan saksi kalau kedua orang pelaku bisa terlibat aksi carok karena diduga persoalan cinta yang merebutkan seorang janda inisial S (42).

"Keduanya bertemu di depan rumah Saudari S dan terlibat cekcok, karena Solikin mengaku telah menikah siri dengan S dan tidak terima S didekati oleh Mahfud," kata Hasran.

Menurut dia, karena keduanya sedang terpengaruh minuman keras maka terjadilah perkelahian dan keduanya langsung mengacungkan celurit yang dibawanya masing-masing.

"Kedua pelaku mengalami luka potong di masing-masing ubuhnya, sekarang mereka masih dirawat di RSUD dr. Haryoto Kota Lumajang. Sudah sadar, tapi belum bisa dimintai keterangan untuk ditindaklanjuti perkaranya," ujarnya.

Selain itu, Hasran mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti di lokasi kejadian yakni satu senjata tajam jenis celurit milik Solikin, satu senjata tajam jenis celurit milik Mahfud, sepeda motor milik Mahfud dan potongan rambut di TKP.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku yang melakukan perkelahian satu lawan satu dapat dipidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling 7 tahun," tandasnya.[ris]

Komentar

x