Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Januari 2019 | 19:21 WIB

Pemaparan Visi dan Misi Dibatalkan

Kubu Prabowo-Sandi Kecewa dengan KPU

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Sabtu, 5 Januari 2019 | 12:32 WIB

Berita Terkait

Kubu Prabowo-Sandi Kecewa dengan KPU
Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyesalkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membatalkan menggelar paparan visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Karena, rencananya jadwal pemaparan visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden ini akan berlangsung pada 9 Januari 2019. Tampaknya, hal ini tak lepas dari kubu petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang ingin paparan visi-misi hanya disampaikan oleh tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Terus-terang kami sangat menyayangkan keputusan KPU ini, seharusnya KPU tetap menggelar paparan visi dan misi calon presiden sebelum debat paslon diselenggarakan," kata Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/1/2019).

Menurut dia, apabila paparan visi dan misi disampaikan secara langsung oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden tentu akan memberikan efek positif bagi masyarakat. Sebab, masyarakat perlu tahu secara langsung visi dan misi dari calon pemimpin republik ini lima tahun kedepan.

"Tentunya masyarakat berhak mendapat informasi langsung dari paslon. Bagaimana cara paslon mengentaskan segala masalah yang terjadi di bangsa ini perlu disampaikan dan sejauh mana paslon memahami masalah bangsa juga perlu diketahui masyarakat," ujar mantan Menteri ESDM ini.

Bukan hanya itu, Sudirman menilai pemaparan visi dan misi sebelum digelarnya debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden tentu akan sangat menguntungkan bagi kedua kandidat tersebut.

Karena, pada kandidat nanti tinggal menjabarkan lebih dalam visi dan misi yang sudah disampaikan kepada masyarakat saat acara debat pasangan calon presiden dan wakil presiden berlangsung.

"Jadi ketika debat capres, paslon to the point atas apa yang menjadi visi dan misinya, bukan debat kusir atau berangan-angan yang membuat masyarakat kesulitan menagih janjinya ketika terpilih nanti. Janji kepada rakyat harus ditunaikan, bukan awalnya bicara soal revolusi mental tapi jadinya malah jualan infrastruktur pakai utang," jelas dia.

Namun demikian, Sudirman mengatakan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tetap menghormati apa yang menjadi keputusan dari KPU RI. Hanya saja, Sudirman mengingatkan agar KPU bisa lebih bijak lagi dalam mengambil suatu keputusan.

"Kami hormati keputusan KPU, seraya berharap ke depan bisa lebih baik lagi," tandasnya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x