Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Maret 2019 | 14:25 WIB

Telisik Proposal KONI, KPK Periksa Tiga Saksi

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 4 Januari 2019 | 19:32 WIB

Berita Terkait

Telisik Proposal KONI, KPK Periksa Tiga Saksi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berkutat dengan penyusunan proposal KONI ke Kemenpora terkait pengajuan dana hibah yang disusupi praktik suap.

Hari ini, tiga orang saksi masuk daftar pemeriksaan penyidik. Mereka adalah Muhammad Yunus (Kabid Olahraga Nasional atau Katim verifikasi); Cucu Sundara (Sekretaris Tim Verifikasi); dan Yusuf Suparman (Kabag Biro Hukum Kemenpora).

"Penyidik terus mendalami pengetahuan para saksi tentang proses pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dana wasping atlet," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Ketiganya, diperiksa sebagai saksi untuk Ending Fuad Hamidi (EFH), Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI yang berstatus tersangka dalam perkara ini.

KPK menduga, ada pembicaraan tersembunyi sebelum penyusunan proposal dilakukan pihak KONI.

Namun Febri belum mau merinci pembicaraan tersebut melibatkan siapa saja dan apa saja materinya.

Dalam kasus ini, ada lima tersangka, mereka yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidi (EFH); Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awut (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Diduga, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima suap sebesar RP318 juta dari pejabat KONI terkait hibah dari pemerintah untuk KONI yang disalurkan melalui Kemenpora. Sementara Mulyana, menerima uang dalam bentuk ATM dengan saldo sebesar Rp100 juta.

Uang yang diterima para pejabat Kemenpora dari petinggi KONI itu diduga berkaitan dengan penyaluran bantuan tahun anggaran 2018 dari pemerintah untuk KONI yang melalui Kemenpora. Adapun, nilai dana hibah dari pemerintah untuk KONI sebesar Rp17,9 miliar.

KPK menduga, ada pemberian suap lainnya untuk pejabat Kemenpora. Pemberian suap lainnya itu yakni berupa mobil Toyota Fortuner, uang Rp300 juta, dan satu unit handphone Samsung Galaxy Note 9. [ton]

Komentar

x