Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 11:31 WIB

Andi Arief Mengaku Siap Diperiksa, Ini Kata Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 4 Januari 2019 | 16:42 WIB
Andi Arief Mengaku Siap Diperiksa, Ini Kata Polri
Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengaku siap diperiksa oleh polisi terkait cuitannya di akun Twitter soal Hoaks 7 kontainer membawa surat suara tercoblos. Polisi mengatakan siapapun yang terkait dengan Hoaks tersebut akan diperiksa.

"Ya tidak menutup kemungkinan. Siapapun yang, siapapun yang terlibat dalam Hoaks 7 kontainer ini pasti akan didalami," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Kesiapan Andi Arief diperiksa itu menyusul klaim Andi yang mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk oleh polisi. Andi mengeluh kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian jika Penggerudukan itu terkait dengan cuitannya.

Polisi telah membantah klaim Andi soal Penggerudukan dirumah Wasekjen PD itu. Sebaliknya, polisi langsung mengecek klaim Andi yang viral di media sosial dengan mendatangi rumah Andi. Nyatanya, rumah itu sudah bukan milik Andi Arief sejak tahun 2014.

Sebelumnya, Wasekjen Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya yang ada di Lampung disambangi polisi siber. Hal ini disampaikannya lewat kicauan di akun Twitter pribadinya, Jumat (4/1/2019).

"Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan," cuit akun @AndiArief_.

Adapun disambanginya rumah Andi Arief diduga karena kicauannya yang menyinggung isu adanya tujuh kontainer surat suara asal Tiongkok yang sudah tercoblos di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta.

Saat belum diketahui bahwa isu ini merupakan hoaks, akun @AndiArief_ mencuit agar kabar tersebut dicek kebenarannya.

Dalam kasus Hoaks 7 kontainer membawa surat suara tercoblos, polisi telah mengamankan HY di Bogor dan LS di Balikpapan. Keduanya diduga berperan sebagai penyebar konten Hoaks berita tersebut. Meski diamankan, keduanya tak ditahan. [ton]

Komentar

x