Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 06:57 WIB

Hoaks Surat Suara, Polri: Bijaklah Bermedia Sosial

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 3 Januari 2019 | 15:36 WIB
Hoaks Surat Suara, Polri: Bijaklah Bermedia Sosial
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan hoaks tujuh truk kontainer yang membawa surat suara yang sudah dicoblos dianggap mencederai proses Pemilu 2019. Polri pun menghimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial.

"Jadi masyarakat ini rawan terhadap berita hoaks sudah menjadi tren karena sebaran berita hoaks mengalahkan logika masyarakat. Kenapa demikian? karena masyarakat semakin banyaknya berita hoaks yang ada di medsos yang disebarkan di group WA itu membuat masyarakat menjadi enggan untuk melakukan klarifikasi, mengecek sumber yang kredibel atau tidak. mereka langsung dengan menggunakan logika singkat mencoba untuk mempercayai berita yang jelas-jelas sumbernya itu tidak bisa diklarifikasi dan dikonfirmasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Dedi berharap masyarakat bisa untuk lebih teliti dan cerdas jika menerima Informasi yang belum tentu kebenarannya. Jika masih ragu, masyarakat dimintai untuk melaporkan ke aparat setempat untuk mencari kebenarannya.

"Kita berharap kepada masyarakat untuk betul-betul semakin cerdas di dalam menerima informasi baik berupa visual, narasi ataupun melalui foto dan gambar. Apabila sumbernya tidak kredibel, sumber tidak bisa diklarifikasi dan dikonfirmasi 100 itu hoaks. Kalau masyarakat ragu-ragu silakan bertanya kepada aparat kepolisian terdekat nanti aparat kepolisian akan mencoba mencari sumber tersebut mengklarifikasi dan mengkonfirmasi," jelas Dedi.

Isu soal tujuh kontainer surat suara yang tercoblos itu tersebar di grup WhatsApp dan juga diungkap Wasekjen PD, Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__. KPU bersama Bawaslu, Rabu (2/1), langsung mengecek ke lokasi yang dimaksud berada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah dicek, KPU memastikan kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos itu adalah bohong. Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan KPU akan secara resmi melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri sore nanti. [rok]

Komentar

x