Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:09 WIB

DPR Ingatkan Polri Waspada Teror Saat Nataru

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 25 Desember 2018 | 02:06 WIB
DPR Ingatkan Polri Waspada Teror Saat Nataru
Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengingatkan jajaran Polri untuk meningkatkan kewaspadaan aksi teror saat hari natal dan Tahun Baru 2019.

Menurut dia, jika Polri sukses mengamankan hari natal dan tahun baru, maka ini gambaran kesiapan Polri menghadapi Pemilu Serentak 2019.

"Aman tidaknya perayaan natal dan tahun baru ini akan memberikan gambaran kesiapan Polri meredam gangguan saat Pilpres yang tinggal hitungan bulan saja," kata Sahroni di Jakarta, Senin (24/12/2018).

Ia mengatakan Polri tidak boleh lengah dalam pengamanan natal dan tahun baru, khususnya terhadap aksi teror. Menurut dia, apabila ada pelaku mencoba merusak tatanan harmonisasi kerukunan umat beragama dengan akai teror. Maka, pelaku harus ditindak tegas.

Oleh karena itu, Sahroni meminta kepada Polri untuk mencermati dan menganalisa rangkaian teror bom yang terjadi pada tahun ini. Misal, lima bom yang diledakkan di Surabaya oleh para pelaku teror pada tanggal 13-14 Mei 2018.

"Jangan lengah terhadap aksi teror. Saya yakin Polri telah melakukan pemetaan dengan baik dan mampu mengamankan potensi gangguan yang akan muncul," ujarnya.

Sebanyak 94.946 personel Polri disiagakan untuk pengamanan natal dan Tahun Baru 2019 dengan dibuat dalam skema prioritas satu dan prioritas dua. Sementara, total kekuatan untuk Polda yang masuk prioritas satu sebanyak 69.080 personel. Sedangkan, 1/3 personil Polri dikerahkan untuk pengamanan Polda berkategori prioritas dua.

Polda yang termasuk prioritas satu yakni Polda Sumatera Utara, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Maluku, NTT dan Papua.

Kemudian, 21 Polda kategori prioritas dua yaitu Polda Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat.

Selain itu, objek pengamanan dilakukan di 57.946 lokasi dengan fokus terbesar tempat ibadah dan tentunya bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, ormas dan stakeholder terkait.[jat]

Komentar

x