Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 20:43 WIB

Longsor Kembali Landa Desa Banaran di Ponorogo

Minggu, 16 Desember 2018 | 14:29 WIB
Longsor Kembali Landa Desa Banaran di Ponorogo
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ponorogo - Longsor kembali terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Bashori mengatakan, longsor dilaporkan terjadi pada Sabtu (15/12/2018) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

"Tidak ada gejala sebelumnya. Hanya saja tanah di sekitar lokasi memang berupa tebing yang mudah ambrol. Apalagi, beberapa hari ini memang hujan terus turun di sekitar lokasi. Longsornya terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran. Ya masih satu dusun dengan yang longsor besar dulu (2017). Tapi bukan titik yang longsor dulu. Kan memang di daerah situ rawan longsor karena kondisi tanahnya berbukit-bukit," kata Basori, Minggu (16/12/2018).

Ada tiga rumah yang rusak akibat longsor ini. Yakni rumah Kisut (56), warga Dukuh Tangkil RT 01 RW dengan kerugian materiil kurang lebih Rp 10 juta. Kemudian rumah Jiman (34) Dukuh Tangkil RT 02 RW : 01 dengan kerugian materiil kurang lebih Rp 7 juta. Juga rumah Katiman (40) Dukuh Tangkil RT 02 RW 01 dengan kerugian materiil kurang lebih Rp 11 juta.

"Kerugian memang tidak banyak karena bukan menimpa seluruh bagian rumah. Ada yang bagian samping, ada yang bagian belakanng. Itupun bukan yang terbuat dari batu bata, tapi dari gipsum. Jadi memang ya tidak besar kerugiannya. Tidak ada korban jiwa, warga juga tidak mengungsi," ungkap Basori.

Minggu pagi, lanjut Basori, para warga, TNI dan Polri serta sejumlah relawan telah diturunkan untuk melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah-rumah tersebut.

"Kita juga menghimbau warga untuk tetap berhati-hati dan waspada. Rencananya kami akan memberikan bantuan juga kepada warga tersebut," pungkas Basori.

Pada 2017, Desa Banaran juga mengalami longsor hebat. Sebanyak 28 orang tewas dan sebagian besar jenazahnya sampai saat ini belum diketemukan. Longsor saat itu mengakibatkan guguran material longsor hingga mencapai 1,5 km. [beritajatim]

Komentar

x