Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:25 WIB

Saling Klaim Pimpinan KKB, Polri: Kami Punya Data

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 14 Desember 2018 | 19:11 WIB
Saling Klaim Pimpinan KKB, Polri: Kami Punya Data
Kadiv Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB-OPM) menegaskan pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogoya tak memiliki atasan berinisial PU. Polri menegaskan memiliki data yang valid terkait itu.

"Ya silakan itu domain mereka. Beberapa waktu yang lalu mereka sempat merilis, bahwa mereka yakin betul bahwa yang mereka tembak itu TNI, silakan," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

"Kami yakin, kami ada datanya, fix kami yakin. Bahwa itu atasannya, ter-connect jaringan kepada Kogoya. Kami akan kejar kemanapun, dan kam akan proses hukum," imbuh dia.

Iqbal mencontohkan klaim pihak kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim tidak ada korban sipil dalam penyerangan di Trans Papua. Padahal faktanya semua korban yang telah teridentifikasi merupakan pekerja PT Istaka Karya.

"Fakta yang ada dari sejumlah korban yg diduga tewas sudah kita identifikasi, oleh tim DVI, sudah ada datanya dan kita kuatkan lagi, keluarganya sudah menjemput, dan itu semua pekerja PT Istaka Karya, mereka bilang TNI. Padahal TNI kan satu (jadi korban), itu karena membela masyarakat, insyallah husnul khotimah," ujarnya.

Oleh karena itu, Iqbal mengingatkan untuk tidak terjebak dengan propaganda dan agenda settingan KKB itu. Yang penting, TNI-Polri bekerja sesuai fakta.

"Kita nggak usah terlalu banyak menghiraukan itu semua, kita kejar, kita tangkap agar mereka mempertanggungjawabkan kebiadabannya," tegas Iqbal.

Iqbal menekankan TNI-Polri akan terus mengejar KKB di Papua untuk ditangkap dan diproses hukum. Dia menjelaskan TNI-Polri melepaskan tembakan jika aksi KKB membahayakan keselamatan aparat dan masyarakat.

"Bila mereka menggunakan kekerasan, mengancam nyawa petugas atau nyawa masyarakat lain, ancaman seketika kalau tidak dilakukan upaya kepolisian, upaya TNI, petugas kami dapat kehilangan nyawa, kami lakukan tembakan, walaupun akibatnya mematikan, itu adalah aturan yang ada," tutur dia. [ton]

Komentar

x