Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:04 WIB

Satgas Binmas Noken Tersebar di 9 Kabupaten Papua

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 11 Desember 2018 | 16:32 WIB
Satgas Binmas Noken Tersebar di 9 Kabupaten Papua
(Foto: Inilahcom/MY Agam)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Binmas Noken sebagai upaya pendekatan lunak (soft approach) kepada masyarakat Papua.

Satgas Binmas Noken Polri bertujuan untuk mengoptimalkan program-program Polri dalam menangani berbagai potensi konflik. Pendekatan tersebut salah satunya dikemas dalam bentuk kegiatan bertani dan beternak.

"Satgas Binmas Noken Polri tersebar di sembilan titik sasaran, terdiri dari Kabupetan Mimika, Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nabire, Paniai, Puncak dan Puncak Jaya. Satgas ini beroperasi sejak April 2018," kata Kepala Satgas Khusus Binmas Noken Kombes Eko Rudi Sudarto dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Binmas Noken.

Acara FGD tersebut diselenggarakan Mabes Polri bersama Universitas Bhayangkara Jakarta dan Concern Strategic Thinktank di Hotel Diradja, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Eko menuturkan masyarakat diajak untuk lebih produktif dan mandiri lewat kegiatan bertani dan beternak. Polisi menyatu dengan warga dalam menerapkan berbagai upaya meningkatkan hasil bumi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Satgas Binmas Noken memberikan kandang, bibit dan ilmu meningkatkan produktivitas hewan ternak sebagai modal awal. Di bidang pertanian, dilakukan juga pembagian bibit tanaman dan pengetahuan tentang cara bertani yang menguntungkan.

"Program Satgas Binmas Noken Polri mencakup antara lain peternakan babi atau wam, lebah madu, sapi dan ayam pedaging. Dalam bidang bidang pertanian berupa pembinaan petani kopi dan membuka lahan pertanian untuk sayur mayur," ucap Eko.

Salah satu warga yang mengaku merasakan dampak positif dari hadirnya Binmas Noken adalah Maximus Lani. Ketua suku di Wamena ini adalah petani kopi yang baru saja memanen 28 ton buah kopi.

"Kami diajar (oleh Binmas Noken) bagaimana cara potong itu tanaman kopi, lalu (teknik) stek. Dalam setahun panen kopi itu dua kali. Tahun-tahun kemarin kami panen kopi 10 ton, lalu ada peningkatan sedikit jadi 11 ton. Terakhir ini panen sampai 28 ton," kata Maximus dalam kesempatan yang sama.

Maximus memberi gambaran perbandingan kondisi warga di Wamena saat sebelum dan sesudah Binmas Noken hadir. Dia menjelaskan sebelum kehadiran Binmas Noken, warga harus mengantre di Dinas Peternakan, Pertanian dan Perikanan setempat untuk mendapatkan pelatihan.

"Mereka kalau berharap ke dinas setempat itu harus ngantre lama. Nah kalau Binmas hadir itu bisa potong di tengah, tidak perlu antre, mereka datang ke kami," jelasnya.

Maximus juga menggambar hubungan antara polisi dan warga saat sebelum dan sesudah hadirnya Binmas Noken. Dia menerangkan sebenarnya sudah ada hubungan antara warga dengan polisi sebelumnya, namun hanya sekadar melapor dan menerima laporan bila terjadi masalah semisal konflik atau kejahatan.

"Nah setelah ada Binmas ini, kami senang karena Binmas Noken langsung turun ke lapangan," terang dia.

Selain di bidang ekonomi, Satgas Binmas Noken juga memberikan pendidikan dasar dan olahraga taekwondo kepada anak-anak di sembilan kabupaten. Pendidikan tersebut dikemas dalam program polisi pergi mengajar, yang dalam bahasa Papua disebut Polisi pi ajar. [ton]

Komentar

x