Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:28 WIB

Pro Kontra Soeharto Jelang Pilpres

Berkarya: Setop Mengkambinghitamkan Cendana

Oleh : Ray Muhammad | Minggu, 9 Desember 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Berkarya: Setop Mengkambinghitamkan Cendana
Pendiri Partai Berkarya Nurul Candrasari Masjkuri - (Foto: facebook)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Berkarya meminta tak ada pihak yang terus menjadikan era Orde Baru sebagai bahan kampanye pilpres 2019 dengan menyudutkan Presiden Soeharto beserta keluarganya.

Pendiri Partai Berkarya Nurul Candrasari Masjkuri mengaku mengamati selama ini Soeharto selalu dijadikan kambing hitam oleh pihak-pihak tertentu di tengah suasana tahun politik yang kian memanas. Ia meminta hal itu disetop.

"Sebetulnya, masalah-masalah yang ada saat ini tidak terus mengambinghitamkan Cendana. Misalnya, soal korupsi. Dari sebelum era Soeharto, korupsi itu sudah ada. Di era apapun itu pasti ada korupsi dengan gaya masing-masing," ujar Nurul kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Daripada terus menyudutkan Soeharto, ia mengajak seluruh pihak untuk membenahi negeri ini menjadi lebih baik ke depan serta senantiasa berpikir positif dalam berpolitik.

"Saya rasa nggak perlu dikaitkan dengan sejarah rezim manapun yang tidak bisa dihapus, sekalipun itu era Pak Jokowi. Kenapa ya, bangsa ini hanya melihatnya keburukan? Boleh dilihat keburukannya, pasti ada. Namun keburukan itu untuk diperbaiki dan jadi pembelajaran bersama, bukan untuk bahan hujatan," tuturnya.

Wanita yang juga dikenal sebagai pengamat politik ini menyayangkan suasana tahun politik saat ini yang menurutnya lebih banyak membangun sikap kebencian dibandingkan rasa persatuan.

"Perbedaan pandangan politik tentu boleh, tapi seharusnya perbedaan-perbedaan itu menjadi sesuatu yang sinergi. Sayangnya, yang dibangun saat ini malah kebanyakan sikap permusuhan," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x