Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:34 WIB

Terseret Arus Bengawan Solo,Katinem Masih Selamat

Sabtu, 8 Desember 2018 | 22:01 WIB

Berita Terkait

Terseret Arus Bengawan Solo,Katinem Masih Selamat
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Ngawi - Katinem (55), seorang wanita warga Desa Kerek, Kecamatan/Kabupaten Ngawi selamat setelah terseret arus sungai Bengawan Solo.

Wanita paruh baya ini ditemukan dalam kondisi hidup di Bengawan Solo di bagian Bojonegoro. Tepatnya masuk Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.

Tak ayal, warga yang menemukan Katinem geger Sabtu (8/12/2018) pagi itu. Mereka pun segera meminta bantuan pihak-pihak terkait.

Dari informasi yang dihimpun, petugas dari tim SAR Ngawi yang pagi itu sedang melakukan pencarian di lokasi pertama korban hanyut di Desa Kerek. Dari laporan awal, Katinem hilang ke air sekitar pukul 3.00 WIB.

Petugas SAR Ngawi Broto Sanjoyo mengatakan, saat melakukan pencarian, ia mendapat kabar radio bila ada warga yang menyelamatkan orang hanyut dengan ciri mirip Katinem.

Tim SAR Ngawi langsung melakukan penjemputan terhadap korban. Lokasi penemuan Katinem berjarak sekitar 6 km dari titik hilangnya Katinem ke dalam sungai.

"Kita dapat informasi ada laka air lalu kita melakukan pencarian di lokasi tapi tidak memungkinkan. Ternyata ada kabar di sebuah lokasi ditemukan senter dan tongkat milik korban. Kemudian kita mendapat kabar dari Bojonegoro bahwa korban ditemukan selamat di rumah warga. Kondisinya syok," ungkap Broto.

Korban yang masih dalam kondisi lemas itu oleh petugas di bawa ke Puskesmas Ngawi Purba untuk mendapatkan pertolongan medis. Katinem ditemukan oleh seorang pencari ikan yang menemukan sebuah tongkat dan senter di pinggir sungai. Barang-barang tersebut diduga milik Katinem.

Sejumlah anggota keluarga korban yang datang hanya bisa menangis haru. Mereka bersyukur korban masih selamat. Kuat dugaan, Katinem yang tengah mengalami depresi itu sengaja bunuh diri dengan cara menghanyutkan diri ke sungai. Pencarian sempat sulit dilakukan karena derasnya arus sungai.

Kerabat Katimen, Suban, mengatakan, sebetulnya Katinem tidak pernah ke sungai. "Lha ini anehnya kenapa kok ini tadi bawa senter ke sungai. Ya dugaan kami dia sengaja bunuh diri padahal sebenarnya tidak ada masalah," ujarnya.

Salah satu warga, Anshori berkomentar, kejadian ini adalah bukti kebesaran Tuhan. "Keseret arus sampai 6 kilometer lah kok masih hidup, itu kebesaran tuhan," ujarnya.

Setelah mendapatkan pertolongan medis, kondisi Katinem membaik. Ia punitu langsung diperbolehkan pulangke rumah. Seluruh anggota keluarga dan tetangga yang sebelumnya mengira korban sudah meninggal akibat terseret arus sungai itu menyambut dengan tangis haru. Mereka seolah tidak percaya jika korban bisa selamat setelah terseret derasnya arus bengawan hingga ke bojonegoro.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x