Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:31 WIB

Disdik Surati Sekolah Larangan Murid Bawa Motor

Sabtu, 8 Desember 2018 | 20:01 WIB

Berita Terkait

Disdik Surati Sekolah Larangan Murid Bawa Motor
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Ponorogo - Tingginya angka kecelakaan dengan korban para pelajar dan anak di bawah umur di Ponorogo tidak hanya mengusik pihak kepolisian.

Dinas Pendidikan setempat pun segera ambil langkah untuk turut menekan kondisi ini.

Kepala Dindik Ponorog Tutut Erliana mengatakan, sejak akhir bulan lalu pihaknya sudah meluncurkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di Ponorogo.

"Intinya kita meminta sekolah melarang anak-anak atau para pelajar yang masih di bawah umur untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor. Sebab memang mereka kan secara aturan belum boleh. Kan belum punya SIM juga," ungkap Tutut, Sabtu (8/12/2018).

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan mencantumkan tingginya jumlah korban kecelakaan yang merupakan para pelajar. Yaitu, di 2018 smapai Oktober ini sudah ada 186 kejadian yang melibatkan pelajar di bawah umur atau kurang dari 17 tahun.

Sebanyak 17 korban tewas, 4 orang luka berat, 352 luka ringan dan kerugian material mencapai Rp 284,9 juta.

Untk menekan kondisi ini, edaran tersebut meminta sekolah melakukan empat langkah pencegahan. Pertama, sekolah ikut memasang banner atau spanduk bertuliskan Save Our Student. Kedua, sekolah harus berberan aktif dalam penegakan disiplin bagi pelajar yang usianya belum mencapai 17 tahun tapi nekat mengendarai motor.

Ketiga, melakukan sosialisasi kepada para pelajar di sekolah masing-masing bahwa Polres Ponorogo melalui Satlantasnya akan melakukan tindakan tegas bagi para pelajar di bawah umur yang mengendarai motor. Keempat, Dindik mendorong agar sekolah mengarahkan para pelajarnya yang belum cukup umur untuk menaiki transportasi yang aman dan tidak menyalahi aturan.

"Responsnya sudah cukup positif. Semua sekolah mendukung," ungkapnya.

Kalau kemudian orang tua para pelajar belum cukup umur mengaku sulit melakukan pelarangan terhadap anak, maka orang tua yang harus bertanggung jawab sendiri terhadap keselamatan putranya. Sekolah akan meminta orang tua membuat surat penyataan tentang kesanggupan menannggung resiko anak naik motor.

"Kalau ada yang beralasan anaknya naik motor karena memang medan sulit kalau jalan kaki, atau tidak ada angkutan umum, maka kalau ada apa-apa atas sang anak dengan aktifitas naik motornya, maka orang tua sanggup tidak menyalahkan siapa-siapa," pungkasnya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x