Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 16:37 WIB

Kasus Habib Bahar, Polisi Sudah Periksa Saksi Ahli

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 7 Desember 2018 | 17:11 WIB

Berita Terkait

Kasus Habib Bahar, Polisi Sudah Periksa Saksi Ahli
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan diskriminasi etnis dan ras. Habib Bahar jadi tersangka karena ceramahnya di Palembang pada tahun 2017 lalu yang diduga telah menyebarkan kebencian.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono ditanyai soal isi ceramah mana yang membuat polisi menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka. Syahar mengatakan bahwa jawaban itu adalah substansi penyidik.

"Ya rangkaian ucapan yang di Palembang, saat ceramah di Palembang, yang tahun 2017," ujar Syahar di Mabes Polri, Jumat (7/12/2018).

Syahar mengatakan isi ceramah yang berujung pada penetapan Habib Bahar adalah substansi dari penyidikan. Ia mengaku tak bisa membeberkan ranah penyidikan.

"Itu kan kewenangan penyidik. Penyidik yang tau, apalagi saksi ahli dan saksi lainnya kan sudah diperiksa juga," ucap Syahar.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah resmi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan Diskriminasi etnis dan ras. Meski sudah menjadi tersangka, penyidik tak langsung menahan Habib Bahar.

"Benar bahwa hasil gelar perkara penyidik, HBS telah ditetapkan sebagai tersangka , telah dilakukan pemeriksaan , paraf dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, Jumat (7/12/2018).

"Tentunya ada pertimbangan penyidik. dalam kuhap kan ketentuan pasal 21 ada pertimbangan objektif dan subjektif. Tentunya ini ada pertimbangan subjektif. Ada tiga hal disitu bahwa penyidik meyakini tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan, dan tidak menghilangkan barang bukti. Tentunya penyidik meyakini HBS ini kooperatif dan tidak dilakukan upaya penahanan. Namun proses penyidikan tetap lanjut," imbuh dia.

Habib Bahar diancam dengan Pasal 16 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2). [ton]

Komentar

x