Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 16:41 WIB

Jokowi Ajak Pelaku Startup Tingkatkan Usaha RT

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 7 Desember 2018 | 14:56 WIB

Berita Terkait

Jokowi Ajak Pelaku Startup Tingkatkan Usaha RT
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pelaku usaha rintisan (startup) tidak hanya mengembangkan usahanya secara sistem online saja, tapi juga harus digabung dengan sistem offline atau usaha rumah tangga.

"Tidak hanya online, offline juga harus digarap. Dua-duanya harus berkolaborasi, enggak bisa hanya urusan yang online saja," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Jokowi mengaku sering bertemu dengan pelaku usaha mikro dan usaha super mikro di kampung, desa dan gang-gang. Menurut dia, mereka berjualan aneka makanan ringan.

Misalnya, kata Jokowi, mereka ada yang berjualan gorengan, nasi uduk, makaroni, pisang goreng yang saingannya dengan Kaesang Pangarep dan sebagainya. Namun, masalahnya mereka hanya menjual secara offline atau bangun di rumah dengan gerobak.

"Apa problem yang saya lihat disana? pemasarannya hanya di rumah, pemasaran hanya digerobak depan rumah. Mereka tidak membangun brand, mereka tidak memiliki kemasan yang baik," ujarnya.

Harusnya, Jokowi mengatakan secara produk usaha rumah tangga sudah cukup baik sehingga harus ada pengembangan yang mengerjakan offline dan bagaimana membuat sebuah packing yang baik, kemasan yang baik, ditempel dengan print yang bagus.

"Kita juga harus mulai kirim ke sana jangan sampai membangun brandnya masih pisang Sukamakmur, ya banyak seperti itu, nasi uduk Sukamaju," jelas dia.

Oleh karena itu, Jokowi meminta pelaku startup membantu membangunkan brand untuk usaha rumah tangga. Sebabc pelaku startup memiliki kemampuan itu tapi untuk brand yang dibentuk pun harus simpel dan mudah diingat.

"Untuk menghidupkan ini harus orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship, yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand, memiliki pengetahuan bagaimana mengemas sebuah produk. Sehingga ada value di situ, ada nilai yang lebih di situ," katanya.

Karena, Jokowi menambahkan saat ini ada 62 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kampung-kampung. Maka, dipastikan UMKM bisa jauh melesat jika ada pengemasan dan brand yang dimiliki menarik.

"Kalau ini gabungkan dengan yang online, jadi ekosistem online harus sambung dengan ekosistem offline. Jadi saudara-saudara akan mendapatkan pahala besar. Karena selain untungnya besar, juga meningkatkan taraf hidup usaha rumah tangga," tandasnya. [rok]

Komentar

x