Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:31 WIB

Heli TNI Ditembaki Saat Evakuasi Pekerja di Papua

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 5 Desember 2018 | 18:11 WIB

Berita Terkait

Heli TNI Ditembaki Saat Evakuasi Pekerja di Papua
Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin

INILAHCOM, Jakarta - Helikopter milik TNI sempat terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Heli itu diperbantukan untuk mengevakuasi jasad pekerja proyek trans Papua yang dibunuh KKB beberapa hari lalu.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengatakan ada 3 Helikopter yang diterjunkan yang berisi personel gabungan anggota TNI dan Polri. Salah satu baling-baling rusak akibat baku tembak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

"Begitu Tim Nanggala tiba dengan 3 unit Helicopter ada tembakan dari arah puncak Kabo. Kemudian Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Satu unit helikopter jenis Bell baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB," kata Martuani dalam keterangannya, Rabu (5/12/2018).

Martuani menjelaskan ketiga helikopter itu sedianya akan mengangkat jenazah Serda Handoko ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga untuk selanjutnya dibawa ke Timika. Martuani menyebut akibat baku tembak itu salah satu anggota juga terluka di bagian tangan.

"Info yang didapat ada satu anggota dari Tim Belukar yang terkena tembakan pada tangan, dari kelompok KKB. Dan (anggota tertembak di tangan) sudah berada di Pos TNI Mbua," ucap Martuani.

"Tim Nanggala dan Tim Belukar sudah berada disekitar Puncak Kabo dan sampai saat ini masih terjadi kontak tembak," imbuh dia.

Sebelumnya, 31 pekerja proyek jalan trans Papua ditembak mati kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Mereka dibunuh di waktu yang berbeda. Sementara 15 pekerja proyek diinformasikan masih menjadi sandera kelompok tersebut.

"24 orang dibunuh hari pertama (Sabtu), 8 orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh (ada 7 orang meninggal dunia) dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri. Informasinya ada 15 pekerja proyek masih tertahan," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, Senin (3/12/2018). [ton]

Komentar

x