Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Maret 2019 | 03:09 WIB

Temui Jokowi, PGRI Keluhkan PP Soal Tenaga Honorer

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 5 Desember 2018 | 16:33 WIB

Berita Terkait

Temui Jokowi, PGRI Keluhkan PP Soal Tenaga Honorer
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Usai pertemuan, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan, pihaknya bersama Kepala Negara mendiskusikan sejumlah hal, dimulai dari memberikan masukan tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM) ke depan,

"Kami sudah menyiapkan rancangan bukunya seperti apa dan akan segera kami kirimkan. Enggak hanya meminta tapi akan memberi," ujar Unifah.

Hal kedua yang disampaikan pihaknya ialah menyangkut Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Ia menyebut peraturan yang dibuat pemerintah sebagai solusi masalah tenaga honorer itu justru layak dikritisi. Pasalnya, menurut dia aturan itu merugikan para pekerja honorer.

Aturan yang dikritisinya ialah menyangkut pasal 16 ayat a PP P3K, orang yang baru lulus kuliah dan belum menjadi guru honorer juga bisa ikut dalam proses rekrutmen.

"Artinya, semuanya mulai dari fresh graduate dari umur 20-59 tahun dijadikan sama-sama dalam satu plot. Itu tentunya melukai rasa keadilan para guru yang sudah mengabdi puluhan tahun di situ. Dikarenakan kekurangan guru kok, seolah mereka (tenaga honorer) tidak diperhitungkan," jelasnya.

Menurutnya, tak adil guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun mengikuti proses rekrutmen bersama dengan yang baru lulus.

"Seharusnya, dites sesama honorer itu dan diberi penghargaan untuk yag lebih lama mengabdi yang berdedikasi. Kami siap dilakukan sebagaimana ASN lain diilai kinerjanya dan yang paling penting, teman-teman honorer yang telah sertifikasi guru itu bisa diakui sertifikasinya," ungkapnya.

Adapun respons Jokowi, katanya, menyambut baik masukan dari PGRI ini. Presiden RI pun mengungkapkan perhatian khususnya pada penanganan SDM Indonesia

"Beliua mengatakan akan dibicarakan khusus soal tanggapan kami. PGRI juga akan dilibatkan. Dengan demikian, beliau akan meminta kementerian trekait untuk bersama PGRI meindaklanjuti usulan ini," tandasnya. [ton]

Komentar

x