Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:26 WIB

Jokowi: Penyerangan Pekerja Proyek Papua Biadab

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 5 Desember 2018 | 12:38 WIB

Berita Terkait

Jokowi: Penyerangan Pekerja Proyek Papua Biadab
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan persnya terkait perkembangan kasus pembantaian puluhan pekerja di Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018).

Adapun keterangan pers ini disampaikan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Melalui pernyataannya, Jokowi mengungkapkan telah mendapatkan laporan terbaru dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan hal ini.

Jokowi membenarkan bahwa benar telah terjadi penyarangan terhadap para pekerja proyek Trans Papua yang bertugas di Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu (2/12/2018).

"Saat ini Panglima TNI dan Kapolri berada di Papua untuk menangani penyerangan dengan penembakan oleh KKB (kelompok kriminal bersenjata) Papua yang telah mengakibatkan gugurnya para pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua," ujar Jokowi.

Atas nama rakyat, bangsa dan negara, Kepala Negara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

"Mari kita bersama-sama mendoakan agar para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi TYE. Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," katanya.

Jokowi menegaskan, tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal senjata seperti para pelaku penyerangan tak bertanggung jawav itu di Tanah Papua maupun seluruh pelosok tanah air.

"Kita juga tidak akan pernah takut. Ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah papua. Tadi juga saya sampaikan kepada Menteri PUPR, pembangunan jalan di Wamena-Mamugu tetap diteruskan, Trans Papua sepanjang 4.600 km harus segera diselesaikan," ungkapnya.

Jokowi menuturkan, sejauh ini dari Wamena-Mamugu sampai sekarang terus dilakukan pembangunan sebanyak 35 jembatan.

"Jadi tetap harus diselsaikan. Artinya, PUPR jalan terus untuk membangun tanah papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x